ELDER BROTHER
FOR THEM
KAKAK UNTUK MEREKA
~ADA
YANG BERBEDA
GISSEL
EYES
Sinar matahari yang sangat menyengat,membuatku
terbangun dari tidurku.Lalu aku membuka kaca jendela.sungguh indah pemandangan
didepan mataku ini,hamparan luas kebun teh membuat mataku menjadi sehat karena
mendapatkan vitamin A dari warna-warna hijau dedaunan itu dan udara pagi yang
sangat sejuk yg membuat paru-paru ku ini sehat.aku pun bergegas mandi,lalu
sarapan.setelah sarapan aku berpamitan kepada kedua orang tuaku.
“Gissel,mau papa anter?”
“Ga usah pa,gisel mau naik sepeda aja”
“Yasudah hati-hati ya..”
“Pulang sekolah,langsung pulang ya,nanti mama mau
ajak kamu jalan-jalan “kata mamaku
“Kemana ma?”
“Rahasia dong “jwb mama
“Yaudah ma,pa gisel berangkat dulu
ya,assalamualaikum “kataku
“Walaikumsalam “jawab kedua orng tuaku
Aku mulai mengayuh sepedaku,aku melihat keatas,lebih
tepatnya aku melihat awan.awan selalu berarak mengikutiku,bentuknya yg
unik,membuatku menyukainya.BRUKKKKKKK…aku terjatuh dari sepedaku,karena terus
menatap keatas,aku sampai tidak sadar kalo aku sedang mengendarai sepeda,untung
saja sedang tidak hujan,jadi tanahnya tidak basah sehingga baju seragamku tidak
kotor.Tapi kaki ku..hufffttt…sedikit terluka.tiba-tiba ada seseorang yg
menjulurkan tangannya,aku menatapnya.
Sini aku bantu “ujarnya
Aku pun langsung memegang tangan orang itu lalu
bergegas berdiri.
Makasih ya “kataku
Sama-sama,lain kali hati-hati ya “katanya
Lalu aku pun mengangguk.
Ehm tunggu,nama kamu siapa? “tanyaku
Revano,panggil aja vano “jawabnya berteriak sambil
mengayuh sepeda nya
Dia berseragam sama denganku,itu artinya dia murid
sekolahku,tapi..aku tidak pernah melihat dia,apa dia seorang siswa
baru,mungkin.sudahlah aku harus melanjutkan perjalananku,bisa-bisa aku telat
nanti.aku langsung menaiki sepaku,aku menahan sakit dilututku,aku terus
mengayuh sepedaku.
~Sampai Disekolah
Aku melihat siswa-siswa sdng mengerubungi seseorang
Fin,itu ada apaan si?”tanyaku kepada salah satu
temanku yg bernama fina
Itu ada siswa baru,tapi dia anak kelas 8,namanya
revano,gantengggg pisan euyyy mukanya “ujar fina
Revano?diakan yang tadi nolong aku pas aku jatuh tdi
“kataku
Haha..gisel..gisel..jngn ngekhayal deh “kata fina
Aku serius,kalo ga percaya yaudah “kataku
Aku langsung memasuki kelas,dan menaruh tas ku.aku
masih terbayang wajah vano,sayang dia kelas 8 sedangkan aku sekarang masih
duduk dikls 7.
Udah baik,ganteng,ehmm perfect “gumamku
KRINGGG KRINGG.. > bel msuk
Semua murid pun masuk ke kelas
masing-masing.pelajaran pun dimulai.
Tak terasa sudah hampir jam istirahat.aku pun sudah
tdk sabar untuk istirahat,telingaku sudah lelah mendengarkan guru yg terus
berbicara tanpa henti.
KRINGG KRINGGG > bel istirahat
Yeayyyy “sorakku
Semua siswa berhamburan keluar kelas,begitupun aku.Perut
ku yang sudah keroncongan,memaksa kaki ku untuk berjalan mencari
makanan,tepatnya dikantin.ya,aku pun segera berjalan menuju kantin.
Ketika dikantin aku melihat ka vano berjalan
mendekatiku
Hey,kamu sekolah disini juga? “Tanya seseorang yang
tak lain adalah vano
Ehm..iya ka “jawabku
Nama kamu siapa? “tanyanya
Aku gissel
Ohh ok salam kenal ya “ujarnya
Aku pun tersenyum,aku langsung memesan makanan.
Sel,tdi kamu ngomong apa sama ka vano? “Tanya fina
Ehm tdi dia nanya namaku “kataku
Ha?serius?ihhh envy deh,kenapa harus kamu,kenapa ga
aku aja sih “desah fina
Ini somay nya dek “kata ibu kantin
Oh iya bu makasih “jawabku
Aku makan dulu ya “kataku kepada fina
Lalu aku langsung mencari meja yg kosong,aku pun
langsung memakan somay ku itu dengan lahap
Ketika pulang sekolah Aku pun bergegas pulang,aku
ingat pesan mama tadi pagi.
Sampai dirumah,”Assalamualaikum” ucapku ketika
membuka pintu rumahku
Walaikumslaam,eh anak mama udah pulang,yaudah
sekarang kamu ganti baju gih,ehm kaki kamu kenapa? “Tanya mama
“Luka sedikit ko ma,tadi pas berangkat sekolah
gissel jatoh dari sepeda“kataku
“Ya ampun gissel,makanya kalo naik sepeda itu
hati-hati”
“Iya ma..”
Lalu aku langsung bergegas ganti baju.
15 menit kemudian..
Gissel udah siap belum?
Udah ko ma..”teriakku
Lalu aku keluar dari kamarku,aku melihat mama sudah
berdiri didepan pintu menunggu ku.kita mau kemana si ma? “tanyaku
Mau kerumah tante winda “kata mamaku
Tante winda?siapa dia ma? “tanyaku
Dia sahabat mama sejak smp “jawab mama ku
Ohh gitu “jawabku
ayo kita berangkat “kata mamaku
Aku pun mengangguk dan memasuki mobil.selama di
dalam mobil aku hanya menikmati pemandangan disepanjang jalan,tak terasa sudah
sampai
Aku turun dari mobil ku,aku melihat seseorang sedang
bermain basket.wajahnya tidak asing bagiku.ya,itu ka vano.ko dia ada disini?apa
dia anaknya tante winda?”tanyaku dalam hati
Eh ada jeng renin,ini gissel ya?wah sudah besar
ya,tambah cantik aja “kata tante winda
Aku pun tersenyum
Vano sama Via mana jeng?udah lama ga ngeliat dia
“tnya mamaku
Oh via ada didalem,ayo silahkan masuk “ajak tante
winda
Mamaku dan tante winda masuk kedalam rumah tante
winda,tapi tidak denganku,aku menghentikan langkahku.lalu aku mendekati ka vano
Ka..”panggilku
Eh gissel?ko kamu bisa disini?
Ka vano anaknya tante winda?
Iya..”jawabnya singkat
Ohh,mamaku dan tante winda sahabatan sejak smp
“kataku
Ohh gtu,kamu kenapa ga masuk kedalem?
Ehm,ka vano sndiri knp disini?ayo ka masuk kedalem
“kataku menarik tangan ka vano
Aku dan ka vano pun masuk kedalam rumah ka vano
Wah via sudah besar ya,kelas berapa? “Tanya mamaku
kepada seorang anak perempuan yang tak lain adalah anaknya tante winda yang
bernama via
Aku kelas 7 tante J “jawabnya
dengan gaya bicara cewe feminim
Oh berarti sama dong dengan gissel anak tante,gissel
kenalin ini via anak nya tante winda “kata mamaku
Hey namaku gissel “kataku sambil berjabat tangan
Hey juga,aku via “balas via
Vano sudah sana main basket lg diluar “kata tante
winda
Iya ma “jawab ka vano
Lho tante,ko ka vano nya disuruh keluar? “tanyaku
Ehmm..”tante winda hanya mendehem
Aku langsung menyusul ka vano keluar.ini semua
seperti ada yang aneh,sejak tadi sampai di rumah tante winda,tante winda hanya
memperkenalkan via kepadaku,ketika mamaku menanyakan ka vano dan via,tante
winda hanya menjawab tentang via.ada apa ini?kenapa ka vano seperti tidak
dianggap “tanyaku dalam hati
Ka vano tunggu “kataku
Ka vano menoleh kearahku
Aku boleh ikutan main basket ga? “kataku
Boleh,yuk “jawab ka vano dengan melemparkan senyum
kepadaku
Ketika sedang asyik bermain basket,tiba-tiba via
datang
Ka vano,via mau ikutan juga “ujarnya
Yaudah ayok! “kata ka vano
Lalu aku,via dan ka vano bermain basket bersama.
Tak terasa sudah 1 jam aku,via dan ka vano bermain
basket,ka vano sempat mengajak ku dan via untuk udahan main basketnya,tapi aku
dan via menolak.
mama ku keluar dari rumah tante winda.
Jeng,saya pulang dulu ya,sudah sore,maaf ngerepotin
“kata mamaku
Oh engga ko jeng,ga ngerepotin,jangan
sungkan-sungkan ya jeng untuk main kesini lagi “kata tante winda
Vano,kamu nih,main basket ko ngajak-ngajak via sama
gissel,liat tuh gissel nya sampe kecapean gtu “kata tante winda
Engga ko tante,gissel ga capek,malah gissel blm puas
main basketnya “kataku
Tante winda hanya melemparkan senyum kepadaku.Via
udah masuk kedalem,nanti kamu kecapean lagi gara-gara main basket sama vano
“kata tante winda
Vano,via tante pulang dulu ya,kapan-kapan kalian
main donk kerumah tante “kata mamaku
Iya tante “jawab ka vano dan via
Lalu ka vano dan via salim kepada mamaku
Setelah itu aku dan mamaku langsung memasuki
mobil,dan bergegas pulang.
~MUNGKINKAH
DIA ADIKKU?
REVANO
EYES
Ko perasaanku beda ya ketika aku salim sama tante
renin,beda saat aku salim sama mama. “kataku dalam hati
Ka vano ayo masuk “kata via
i..iya “jawabku
aku memasuki kamarku.aku terbayang akan wajah gissel
dan tante renin.mereka berdua benar-benar membuat hatiku terasa tentram saat
didekatnya.
Perasaanku saat bermain basket dengan gissel sangat
berbeda dengan perasaanku ketika bermain basket sama via.dan perasaanku ketika
gissel memanggilku berbeda saat via memanggilku.tapi..aku rasa,ini bukan
perasaan cinta,aku juga tidak mengerti perasaan apakah ini.hanya waktu yg dapat
menjawabnya.
Ka vanooo..”teriak seseorang memanggilku yg tak lain
adalah via
Jegrekkk “via membuka pintu kamarku
Kenapa vi? “tanyaku
Yeayyy..ka tau ga ka,besok via bakalan pindah
sekolah lho,via bakalan satu sekolah sama kakak.yeayyyy “kata via dengan
gembira
Beneran?wah asyikk donk “kataku
Iya ka,via seneng bangettt ka,akhirnya mama mau
mengabulkan permintaan via “ujarnya
Iya,ka vano juga ikut seneng “kataku
Viaaaa…”panggil mamaku yang berjalan memasuki
kamarku
Ada apa ma??”jawab via
Kita shopping yuk sayang,sama papa juga “kata mamaku
Vano ajak aja ma “kata papaku yang tiba-tiba masuk
kamarku juga
Hufftt..ngapain si pa ngajak vano? “kata mamaku
Kasian dia,masa ditinggal sendirian dirumah “kata
papaku
Gapapa ko pa,vano juga lg banyak tugas “kata ku
berbohong
Tuh kan pa,denger sendiri,udh yuk pa,yuk via kita
siap-siap “kata mamaku
Yah ka vano ko ga ikut si..”kata via
Maaf ya vi,hari ini ka vano harus nyelesaiin
tugas-tugas ka vano “kataku
Yaudah deh “jawab via
Lalu via,papa dan mamaku keluar dari kamarku
Aku pun langsung menutup pintu kamarku.
Ini adalah hal yg biasa bagiku,mamaku memang seperti
tidak menganggapku anaknya,dimatanya mungkin hanya via anaknya.semenjak via
lahir,aku merasa seperti orang asing dikeluarga ini.tapi aku selalu berfikir
positive.mungkin mamaku seperti ini karena ada alesannya contohnya mungkin
karena mamaku sangat menginginkan mempunyai anak perempuan,lalu impiannya
terwujud,makanya mama ku sangat menyayangi via.
KEESOKAN HARINYA
Via ayo sayang kita berangkat,nanti telat “kata
mamaku
Ma,ka vano ga bareng aja sama kita? “Tanya via
Ga usah “kata mamaku ketus
Tapi ma,kan via sama ka vano sekarang udah satu
sekolah “kata via
Ka vano kan bisa berangkat naik sepeda “kata mamaku
lalu langsung menarik tangan via memasuki mobil
Aku pun langsung menaiki sepedaku.
Diperjalanan aku bertemu dengan gissel,aku pun
berangkat sekolah bareng gissel.semenjak saat itu,aku selalu berangkat sekolah
bareng gissel setiap hari.
*SAAT JAM ISTIRAHAT DISEKOLAH
Ka vano,kita kekantin yuk “ajak gissel
Ka,anterin via keperpustakaan “kata via
Aku bingung dengan kedua ajakan ini,aku harus
menerima ajakan yang mana.hati kecilku berkata bahwa aku harus menerima ajakan
gissel,tapi bagaimana dengan via adikku?ya tuhan beri aku petunjuk.banyak orang
yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti kata hati kita.ok baiklah,itu
artinya aku harus mengikuti kata hati kecil ku.
Ehm..via,ka vino lagi laper banget,jadi maaf ya ga
bisa nganterin,tapi nanti abis makan ka vino bakal susul via keperpustakaan ko
“kata ku
Hufftt..yaudah deh ka “kata via
Yuk ka,kita kekantin “kata gissel
Yuk “kataku
Aku dan gissel pun berjalan kekantin.setelah makan
tiba-tiba TETTT TETTT tanda bel masuk.aku pun tidak sempat menyusul via
keperpustakaan.aku langsung masuk kekelas ku
Ka vino,nanti pulang bareng ya kak “kata gissel
Sip dek! “kataku
Eh ehm..mksd ka vino,sip deh gissel! “kataku
Ko diganti ka?kenapa?aku seneng ko kalo kakak
panggil aku adek “kata gissel
Haha..yaudah deh adek hemm “kataku
Aku juga tidak tau,mengapa aku bisa memanggil gissel
adek,sedangkan aku tidak pernah sekalipun memanggil via dengan sebutan adek,padahal
jelas-jelas yang menjadi adik ku sebenarnya adalah via.ya tuhan ada apa ini?
“kataku dalam hati
Ketika pulang sekolah,Aku dan gissel pun pulang
bareng.sepanjang perjalanan,kami melewati kebun teh.
Ka,aku capek banget nih,kita istirahat dulu yuk “kata
gissel
Ok deh,kita kesungai aja yuk “kataku
Ya disekitar tempat aku biasa pulang sekolah itu
terdapat sungai.aku dan gissel pun menuju ke sungai itu
Sampai disungai,aku dan gissel melihat batu sungai
yang lumayan besar.
Ka,duduk dibatu itu yuk “kata gissel
Yuk! “jawabku singkat
Aku dan gissel pun meloncati satu persatu bebatuan
untuk menuju batu besar itu.
Setelah sampai aku dan gissel pun duduk diatas batu
itu.
ka aku boleh ngomong sesuatu ga sama kakak? “Tanya
gissel
boleh dek,mau ngomong apa?ngomong aja lagi “kata ku
ga tau kenapa ka,setiap ada didekat kakak,aku ko
ngerasa nyaman banget,aku pengen banget punya seorang kakak,aku kesepian ka,aku
anak semata wayang,andai aja ka vano adalah kakak kandungku “kata gissel
kakak juga ngerasain hal yang sama kaya kamu dek,ga
tau kenapa perasaan kakak tuh beda saat kakak dekat kamu sama saat kakak dekat
via.selama ini kakak ga pernah manggil via dengan sebutan adek,tapi ga tau
kenapa kakak bisa manggil kamu adek,kakak merasa,kakak ingin selalu
ngelindungin dan jagain kamu “ujarku dengan sangat jujur kepada gissel
tiba-tiba gissel menatapku,lalu dia menangis.
Adek ko nangis?”tanyaku bingung
Aku boleh peluk kakak ga? “kata gissel
Aku pun mengangguk.
Lalu gissel langsung memelukku.
Ya tuhan,pelukan ini benar-benar membuatku
nyaman,ini adalah saat-saat terindah dalam hidupku yang tak akan pernah aku
lupakan,rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan ini “ujarku dalam hati
Tiba-tiba DUARRRRR…”suara petir menggelegar
Aaaaaa….”gissel berteriak,dan semakin erat memelukku
Ga usah takut dek,ada kakak disini “kataku mengelus
rambut gissel
Lalu hujan turun dengan lebat
Yah dek,hujan,ayo dek kita pulang “kata ku
Ka,hujannya deres banget,rumahku kan ga terlalu jauh
dari sini,kakak pulang kerumahku aja dulu ya “kata gissel
“Tapi dek..”
“Please ka..”
Aku tidak tega menolak tawaran gissel,aku
mengangguk.lalu aku dan gissel turun dari batu itu dengan hati-hati,meloncati
batu demi batu dengan sangat hati-hati.lalu aku dan gissel menaiki sepeda kita
masing-masing.dibawah derasnya air hujan aku dan gissel mengayuh sepeda.
Ka vano…ini adalah hari terindah dalam hidup aku
“teriak gissel
Hari ini ga akan pernah kakak lupain selamanya
“jawabku berteriak
Aku dan gissel pun tertawa bersama-sama.
Tak terasa,aku dan gissel sudah sampai dirumah
gissel.lalu aku menaruh sepedaku ditempat gissel menaruh sepeda
Gissel,ya ampun nak,kamu abis kemana aja?hujan
begini baru pulang,hujan-hujanan lagi,haduhh nanti bisa sakit,ini siapa?pacar
kamu? “kata papa gissel yg bernama om umar
Ihh papa..ini tuh kakak kls aku,dia tuh anaknya
tante winda pa,namanya revano,tdi aku pulang sekolah bareng dia,terus aku capek
yaudah aku istirahat dulu disungai terus tiba-tiba hujan deres,jadi keujanan
deh pulangnya “ujar gissel
Yasudah,ajak vano masuk kedalem “kata tante renin
Vano,mandi gih sana,nanti pake baju om aja,kebetulan
om masih nyimpen baju-baju om waktu masih muda seusia kamu “kata om umar
Gissel,kamu mandi dikamar kamu,vano ayo tante
temenin kekamar tamu,disana ada kamar mandinya juga,nanti bajunya biar tante
yang siapin “kata tante renin
Ok deh sip ma “kata gissel
Lalu gissel masuk kekamarnya,tante renin pun
mengantarkan aku kekamar tamu,sedangkan om umar mengambilkan baju untukku.tante
renin merangkul ku.
Ya tuhan,mengapa aku sangat merasa nyaman berada
ditengah-tengah keluarga ini,rangkulan tante renin benar-benar membuat tubuhku
hangat “ucapku dalam hati
Setelah mandi dan berganti pakaian,keluarga gissel
pun mengajakku untuk shalat zuhur berjamaah lalu makan siang bareng.ya tuhan
ini benar-benar hari terindah seumur hidupku,aku ingin lebih lama berada
ditengah-tengah keluarga ini,ku mohon tuhan jangan engkau hentikan hujan ini
“doaku dalam hati
Selesai makan,hujan tak kunjung reda.
Vano,kamu disini aja ya sampai hujannya benar”
berhenti,nanti pulangnya tante,om sama gissel yang nganterin kamu “kata tante
renin
Iya tante,om makasih banyak,udah ngerepotin “kataku
Engga ko,ga ngerepotin,kami malah seneng ada kamu
disini,sering-sering ya main kesini,jadi gissel ga kesepian “kata om umar
Iya om,kalo vano ada waktu,vano pasti kesini ko
“kataku
Ka,berhubung makannya udah selesai,gimana kalo
sekarang kita ngerjain pr bareng aja,pr ku tadi banyak banget ka,ka vano kan
pinter,pasti bisa donk ngajarin aku “kata gissel
Sip deh,yuk! “kata ku
Aku dan gissel pun mengerjakan pr bareng.aku pun
membantu gissel menyelesaikan prnya.
~MAMA&PAPA
GISSEL
Pa,perasaan papa ada yang aneh ga saat deket sama
revano? “Tanya mama
Iya ma,papa merasa revano seperti anak kita sendiri
“jawab papa
Apa mungkin ya revano itu anak kita?anak kita yang
pertama?ikatan batin seorang anak sama ibunya itu kuat pa,mama merasa revano
itu benar-benar anak kita “ujar mama
Itu tidak mungkin ma,kan wktu kelahiran
pertama,dokter bilang bahwa anak pertama kita meninggal dunia “ujar papa
Ehmm..oh ya pa,mama ingat,waktu mama melahirkan,mama
sempat melihat tanda lahir dipundak bayi kita “kata mama
Tapi apa mungkin dokter itu membohongi kita?tapi
untuk meyakinkan bagaimana,kalo kita buktikan apakah tanda lahir itu benar ada
dipundak revano atau tidak “kata papa
Tapi gimana caranya pa? “kata mama
Ehm..papa punya ide ma “kata papa
Lalu papa langsung mengambil pakaian di lemari.
Lalu papa menuju ruang belajar gissel dimana revano
dan gissel sedang mengerjakan pr bareng.
Vano..”panggil papa
Iya om,ada apa?
Om punya baju nih,kayaknya baju ini cocok banget
buat kamu,ini baju kesayangan om lho,cobain deh,ayo sini om temenin “kata papa
Ta..tapi om..
Dilarang menolak “kata papa
Mama menemani gissel melanjutkan mengerjakan prnya
sedangkan papa langsung menarik tangan vano menuju kamar tamu.
Vano melepas bajunya.
Ya allah,dia..memiliki tanda lahir itu
dipundaknya,apakah dia benar anakku?,tolong berikanlah petunjukmu ya allah
“kata papa dalam hati
Papa melihat gissel dan mama mengintip,lalu papa
memberikan isyarat kepada mama,lalu mama pun masuk.sedangkan gissel tetap
mengintip dari pintu
Mama pun melihat tanda lahir itu ada dipundak vano
Mama pun langsung memeluk vano
Vano..kamu adalah anakku nak “kata mama
Maksud tante apa? “kata vano
Tanda lahir ini membuktikan bahwa kamu adalah anakku
yang pertama “kata mama
Lalu gissel masuk kekamar
Apa?ini ga mimpi kan?ja..jadi ka vano kakak gissel
ma? “kata gissel
Lalu vano melepaskan pelukan mama.
Tante,om,maksud kalian apa?vano ga ngerti “kata vano
13 tahun yang lalu,ketika tante melahirkan anak
pertama tante,tante sempat melihat tanda lahir yang ada dipundak anak pertama
tante,setelah itu tante tak sadarkan diri,ketika tante bangun tiba-tiba dokter
mengatakan bahwa anak pertama tante sudah meninggal,entah kenapa sampai saat
ini tante masih ragu dengan perkataan dokter tersebut “ujar mama
Untuk membuktikan kebenarannya,bagaimana kalo kita
lakukan tes DNA? “kata papa
Iya mama setuju pa,vano tante harap kamu bersedia ya
untuk dites DNA “kata mama
Ehm..baiklah tante,vano setuju untuk dites DNA “kata
vano
Astagfirullah om sampe lupa,ini pake baju nya
vano,kamu pasti kedinginan ya dari tadi ga pake baju “kata papa
Lalu vano langsung memakai baju yang diberikan oleh
papa.
Gimana kalo malam ini kita lakukan tes DNA nya? “kata
mama
Iya ma,papa setuju,lebih cepat lebih baik “jawab
papa
~SIAPA
KELUARGAKU SEBENARNYA?
REVANO
EYES
Ya Allah,apakah ini semua benar-benar nyata?apakah
aku tidak berada dalam dunia mimpi?ya Allah jika aku berada didunia mimpi,aku
mohon jangan bangunkan aku dari mimpi terindah ini “doaku dalam hati
Setelah shalat maghrib berjamaah,tante renin,om umar
dan gissel,langsung mengajakku kerumah sakit untuk tes DNA.dokter bilang hasil
tesnya baru bisa diambil seminggu lagi,lalu tante renin,om umar dan gissel mengantarku
pulang.setelah sampai dirumahku,aku langsung mengeluarkan sepedaku dari bagasi
mobil.untungnya saja sepedaku adalah sepeda lipat.
Tante renin dan om umar mengetuk pintu rumahku smbil
mengucapkan assalamualaikum,lalu mamaku membukakan pintu.
Walaikumsalam “jawab mamaku
Vano,dari mana saja kamu? “Tanya mamaku
Ehm jadi gini jeng,tadi pulang sekolah vano dan
gissel pulang bareng,karena hujan deras,lalu gissel mengajak vano untuk kerumah
“kata tante renin
Aduh maaf ya jeng jadi ngerepotin,harusnya nak
gissel biarkan saja vano kehujanan,kan dia anak cowo,jdi ga masalah kalo harus
kehujanan,kalo kaya gini kan jadi ngerepotin “kata mamaku
Ih tante gimana si?masa tega sama anak sendiri kaya
gitu,kan kasian ka vano,walaupun dia cowo tapi kan dia tetep manusia tan,ka
vano juga bisa sakit “kata gissel dengan ketus
~GISSEL
EYES
Jelas aja tante winda ga sama sekali peduli sama ka
vano,orang dia bukan ibu kandungnya ka vano huh “desahku dalam hati
Ka vano…kakak kemana aja,via khawatir sama kakak
“kata via yang tiba-tiba langsung memeluk ka vano
Entah kenapa,walaupun hasil tes DNA itu belum tentu
menyatakan bahwa ka vano benar” kakak kandungku,tapi aku sudah yakin ka vano
adalah kakaku.aku tidak rela via memeluk ka vano.
Ihhhh “desahku,lalu aku langsung berlari memasuki
mobilku
Lho gissel knp? “Kata tante winda
Ehm tolong maklumi anak saya ya jeng,yasudah saya
sama mas umar pamit pulang ya jeng “kata mamaku
Vano,om sama tante pulang dulu ya “kata papa ku
sambil mengacak-acak rambut ka vano
Mamaku lalu memeluk ka vano sambil berbisik “Mama
pulang dulu ya sayang..”
Ketika dimobil,Aku langsung memeluk mamaku sambil
menangis
Kamu kenapa sayang ?” Tanya mamaku
Gissel ga rela ma via meluk ka vano,ka vano itu kan
kakak gissel bukan kakaknya via,Cuma gissel yang boleh merasakan pelukan ka
vano “kataku
Cup cup cup,anak mama ga boleh nangis ah,nanti mama
juga ikut sedih,mama bisa ngerti perasaan gissel ko,sekarang ka vano belum
seutuhnya jadi milik kita,kalo nanti tes DNA nya sudah keluar dan hasilnya itu
positive bahwa ka vano adalah kakak gissel,baru ka vano akan seutuhnya jadi
milik kita,gissel yang sabar ya “kata mamaku sambil mengelus rambutku
Tapi ma,kalo nanti tes DNA nya beneran
positive,berarti winda itu menculik anak kita dong ma?apa jangan-jangan dia
membayar dokter itu untuk memberikan bayi kita sama dia? “kata papa
Hush..papa udah jangan shuhuzon kaya gitu,nanti
ketika hasil tes DNA nya positive,kita paksa winda untuk menceritakan
semuanya,kalo dia tidak mau kita bwa dia kekantor polisi “kata mamaku
Ya papa setuju sama mama “jawab papaku
~REVANO
EYES
Dasar anak ga tau diuntung,hidup ko kerjaannya
nyusahin orang aja “bentak mamaku
Ma,sudah lah ma,toh tadi keluarganya renindra tidak
keberatan vano menumpang dirumahnya “kata papaku
Vano sudah sana masuk kamar “kata papaku
Lalu aku masuk kekamarku.
Aku menatap langit-langit kamarku
Aku merasa ini bukanlah keluargaku,aku yakin aku
adalah anak tante renindra dan om umar,dan gissel…gissel adalah adik kandungku.tapi
selama 13 tahun aku dirawat dan dibesarkan oleh keluarga ini,dan selama 12
tahun aku hidup bersama via,aku sayang dengan via,tapi tidak sebesar rasa
sayangku kepada gissel.aku rasa hanya tinggal 7 hari lagi aku tinggal dirumah
ini.kasian kamu dek (gissel),selama 12 tahun kamu merasa kesepian,kamu terus
mendambakan seorang kakak,tetapi kakak mu malah menjadi kakak untuk orang lain
“gumamku
~MEREKA
KELUARGAKU SEBENARNYA
6
HARI KEMUDIAN~
~REVANO
EYES
*KETIKA BEL ISTIRAHAT
Aku memutuskan untuk menemui gissel dikelasnya.
Ketika sampai dikelas gissel,aku melihat gissel dan
via duduk sebangku,aku lupa bahwa via satu kelas dengan gissel.
Ka vano..”panggil via
Lalu aku melemparkan senyum kepada via
Via berjalan mendekatiku
Ka vano tumben kekelas via,kangen yaa sama viaa,hayo
ngaku..”kata via
Ah..eng..engga ko gr kamu vi “kataku
Terus ka vano mau ngapain kesini? “kata via
Ehm..kakak mau ngomong sesuatu sama gissel “kataku
Ihh kakak,ko gissel si,uhh “keluh via
Ehm..kakak Cuma mau bilang kalo nanti pulang
bareng,bentar ya vi”kataku lalu langsung meninggalkan via dan mendekati gissel
Hy dek,lagi ngerjain apa? “kataku
Ini ka,tugas matematika nya susah “kata gissel
Sini kakak bantu,oh ya nanti pulang sekolah kita
kesungai lagi yuk “kata ku
Boleh boleh “kata gissel antusias
Lalu aku membantu gissel mengerjakan tugas
matematika nya.
Ka vano..bantuin via juga donk ka,via ga ngerti
caranya “kata via
Sebentar ya satu-satu “kata ku
Ihh ka vano..masa gissel duluan yg diajarin,adek nya
sendiri ditelantarin,malah ngurusin orang lain,huh bête “kata via langsung
keluar
Eh vi..via tunggu “kataku,aku baru saja ingin
mengejar via tetapi gissel menarik tanganku
Ka..jangan tinggalin aku “kata gissel
Aku pun langsung duduk disamping gissel.
Kakak ga akan ninggalin kamu ko dek “kataku
Ajarin lagi “kata gissel
Lalu aku kembali mengajarkan gissel.
Ketika gissel sedang serius mengerjakan tugasnya,aku
menatap wajah gissel.wajah gissel sangat mirip
denganku,matanya,hidungnya,bibirnya persis denganku.
Ketika pulang sekolah,”Ka vano..via mau pulang
bareng kakak,via mau diboncengin sama kakak aja “Kata via
“Aduh gimana ya..ehm..ka vano ga langsung pulang,mau
kerumah temen dulu “kataku sedikit gugup
Hufftt..yaudah deh “kata via
Untung saja via percaya “gumam ku
Lalu via langsung pergi,tak lama gissel datang.aku
dan gissel pun menuju kesungai.
~VIA EYES
Aku belum yakin kalo ka vano ingin kerumah
temennya,belakangan ini sifat ka vano berubah,ka vano seperti lebih sayang sama
gissel daripada aku,semenjak kehadiran gissel,aku jadi merasa kehilangan ka
vano.
Hari ini bukan mama yang menjemputku melainkan pak
surya yang tak lain adalah supir pribadi papa.aku menyuruh pak surya mengikuti
ka vano dari belakang.aku melihat ka vano dan gissel kesungai.
Ihhh tuh kan ka vano bohong,katanya mau kerumah
temen tapi malah kesungai sama gissel ihh nyebelin nyebelin nyebelinnnn
“desahku
Lalu aku langsung menyuruh pak surya memberhentikan
mobil,dan aku segera turun dari mobil,dan berjalan mendekati sungai.tapi aku
memilih bersembunyi dibalik semak-semak yg berjarak kurang lebih 2 meter dari
ka vano dan gissel.
~REVANO
EYES
Dek,kakak punya coklat nih buat adek “kataku memberikan
sebatang coklat kepada gissel
Wahh makasihhh ka..kakak tau aja sih kalo gissel tuh
suka banget sama coklat “ujarnya langsung membuka bungkus coklat itu dan
menikmatinya
Selera ku dan gissel sama,aku juga sangat suka
dengan coklat.
Tiba-tiba via datang.
Ka vano..ka vano jahat sama via,ka vano bohongin
via..ihhh ka vano nyebelinnn “
kata via sambil memukul-mukul aku
kata via sambil memukul-mukul aku
Ihh kamu apa-apaan si,kamu ga boleh mukul-mukul ka
vano kaya gitu ihh “kata gissel
Ka vano,kakak kenapa?via salah apa sama kakak?kenapa
semenjak ketemu gissel sifat kakak ke via berubah?via kesepian ka..via butuh
kakak “ujarnya sambil menangis
Ya tuhan bagaimana ini,aku benar-benar bingung harus
berbuat apa,ingin aku memeluk via,tapi bagaimana dengan gissel,siapa sebenarnya
adik kandungku??
Via..maafin kakak..via ga salah apa-apa ko sama ka
vano,ka vano ga kemana-mana ko,ka vano masih tetap jadi kakak untuk via,udah ya
jangan nangis,maafin kakak udah bohongin kamu “kataku memeluk via
Via kangen pelukan ini “ujarnya
Ka vanoo… “kata gissel dengan nada yg lemah karena
dia menangis
Aku pun langsung melepas pelukan ku dari via.
kakak juga sayang ko sama adek “kataku
apa?adek?ma..maksud ka vano apa maggil gissel
adek?selama ini ka vano ga pernah manggil via dengan sebutan adek “kata via
karena ka vano itu kakak aku bukan kakak kamu “kata
gissel
kakak kamu?jelas-jelas ka vano tuh kakak aku “bentak
via
stop stop stopppppp…via,gissel udah jangan
bertengkar kaya gini,kita lihat aja hasilnya besok “kata ku
hasil apa ka? “kata via
hasil tes DNA kakak sama tante renin dan om umar
“kataku
kakak sayang sama kalian berdua,boleh ga kakak peluk
kalian berdua? “kataku
boleh dong ka..”Kata gissel dan via langsung
memelukku
Ya tuhan,ini adalah pelukan terindah yang pernah aku
rasakan,gissel dan via telah melengkapi hidupku,aku ingin terus berada diantara
kalian berdua,aku tak ingin pisah dari salah satu dari kalian.aku ingin terus
menjaga dan melindungi kalian berdua,kalian berdua adalah separuh dari jiwaku
terlebih adik kandungku.
~AKU
SAYANG KALIAN BERDUA
REVANO
EYES
KEESOKAN
HARINYA
Aku sudah tak sabar ingin melihat hasil tes DNA itu.aku terus
berdoa kepada Allah semoga hasil tes DNA itu positive.Aku menunggu tante
renin,om umar dan gissel datang.
15 MENIT KEMUDIAN
Tok..tok..tok
Assalamualaikum “kata seseorang mengetuk pintu
rumahku
Aku pun langsung membukanya.ternyata itu adalah
tante renin,om umar dan gissel
Ketika aku membukanya,gissel,tante renin dan om umar
langsung memelukku.
Vano anakku..”kata tante renin
Ka vano adalah kakak kandung gissel “kata gissel
Vano,hasilnya
positive nak,kamu adalah anak kita,kamu adalah kakak kandungnya gissel “kata
om umar
Alhamdulillah,mama,dek, papa “kata ku memanggil om
umar menjadi papa,tante renin menjadi mama dan gissel menjadi adek
Ada apa ini?”Tanya mamaku,ups sekarang dia bukan
lagi mamaku.aku akan memanggilnya tante winda.
Winda,ini adalah hasil tes DNA aku dan vano,dan
hasilnya positive bahwa vano adalah anakku,jelaskan pada kami semua apa yang
terjadi sebenarnya?kalo kamu tidak berani menjelaskan ini semua kita akan
panggil polisi “Kata papa ku (umar)
Saya mohon jangan panggil polisi,baik saya akan
jelaskan semuanya didalam “kata tante winda
Lalu semuanya masuk kedalam.disana semuanya
berkumpul.
Jadi gini 13 tahun yang lalu,ketika kalian berdua
melahirkan seorang anak pertama saya dan gunawan iri dengan kalian yang baru
menikah 1 tahun tetapi sudah memiliki anak,sedangkan saya yang sudah menikah 3
tahun belum mempunyai anak,akhirnya saya memutuskan untuk membayar dokter
kalian sebesar 50 juta,untuk memberikan anak kalian kepada kami,dan dokter
itupun bersedia,tetapi 1 tahun kemudian,saya hamil dan bisa mempunyai anak
yaitu via “kata tante winda sambil menangis
Umar,renindra kami mohon maafkan kami,kami
khilaf,kalo sekarang kalian mau mengambil revano dari kita,kita ikhlas ko,tapi
kami mohon jangan laporkan ini ke polisi,saya mohon umar “kata om gunawan
bersujud dikaki papa
Sudah yang lalu biarkan lah berlalu,yang penting
sekarang sudah terbukti bahwa revano adalah anak kami berdua “kata papa
Kakak..”kata gissel memelukku
Aku pun membalas pelukannya
Jadi selama ini ka vano bukan kakak kandung
via?hiks..hiks..jadi ini alasan mama kenapa mama hanya menyayangi via?ka
vano..via boleh ga peluk ka vano untuk yang terakhir kalinya? “Kata via sambil
menangis
Boleh..”kataku
Akupun langsung berpelukkan dengan via
Kakak ga akan pernah lupain kamu via,walaupun kamu
bukan adik kandung kakak,tapi kakak akan tetap sayang sama kamu “bisik ku
kepada via
Ayo vano,kita pulang kerumah,sekarang ini bukan
rumah kamu lagi,ayo kemaskan semua barang-barang kamu “kata papa
Aku bantu ya ka “kata via dan gissel berbarengan
Aku pun mengemasi semua barang-barangku selama 13
tahun aku tinggal dirumah ini,dikamar ini,begitu banyak kenangan disini,tangis
perpisahan pun sudah tak terbendung lagi.
Setelah mengemasi barang-barang aku pun beranjak
keluar dari rumah tempat tinggal ku selama 13 tahun itu.
Kini namaku berganti menjadi Revano Ardiansyah
Zamora,bukan lagi Revano Prasetya Gunawan.
Ketika didalam mobil,”Kak,kakak gissel panggil ka
rere mau ga?”kata gissel
“Mauuu bangettttt…kamu kakak panggil icel ya haha “kataku
Iya deh haha “kata gissel
Selama diperjalanan aku dan adikku bercanda
gurau,mama dan papaku hanya tersenyum melihat kami bercanda.tak terasa sudah
sampai,aku pun turun dari mobil.aku
mulai berjalan memasuki rumah baruku ini.gissel mengajakku kekamar ku yg
baru.kamar yang cukup bagus untukku,aku suka kamar ini,ini semua seperti
mimpi,aku bisa berada ditengah-tengah keluarga bahagia ini.aku mulai
membereskan barang-barangku dikamarku yg baru ini.aku membuka isi koperku,aku
melihat bingkai fotoku dan via.aku pun mengambil bingkai foto itu,sejenak aku
mengingat semua kenanganku bersama via,tak terasa air mataku jatuh.entah
bagaimana perasaan via sekarang,mungkin hatinya sangat hancur ketika tau bahwa
aku bukanlah kakaknya,tapi memang ini kenyataannya,walaupun begitu,tapi aku
akan tetap menganggap via sebagai adikku,aku akan mencoba adil kepada kedua
adikku.aku sayang kalian berdua.
JEGREKKKK…”ka rere lagi apa?” kata gissel yang masuk
kekamarku
Aku pun tersontak kaget,aku langsung mengusap air mataku
Eh icel,kakak lagi beres-beresin barang kakak
“jawabku
Icel bantu ya ka J “ucapnya
Akupun membalasnya dengan senyuman,aku masih
menggenggam bingkai foto itu.
“Ka,itu foto siapa? “Tanya gissel
“Fo..foto..ehmm….”
Aku gugup menjawabnya,aku takut gissel merasa marah
dan kecewa karena aku masih menganggap via sebagai adikku
“Ka rere ko gugup gitu?coba sini icel liat”
Gissel mengambil bingkai foto itu dari tanganku.
“ini ka rere sama via?haha lucu fotonya J”
“Ka..kamu ga marah cel?”tanyaku
“Buat apa icel marah?icel bisa ko ngertiin ka
rere,ka rere boleh ko anggap via sebagai adik kakak juga,tapiii…tetep icel ya
yg paling kakak sayang hehe..”kata gissel
“Hahaha..dasar icel elek,udah yuk bantuin kakak
beres-beres” ucapku sembari mengacak-acak rambut gissel
Ok ka! “jawab gissel
Aku pun melanjutkan membereskan
barang-barangku,mulai dari memasukkan baju-bajuku kedalam lemari,sampai
merapikan buku-buku ku dimeja belajar.setelah semuanya selesai,aku bersama
keluargaku menikmati lunch bersama.
~VIA
EYES
Aku berharap ini semua hanya mimpi burukku,tapi aku
sadar bahwa ini semua adalah kenyataan
yang harus aku terima,ka vano bukan lah kakaku.aaahhhhh tidakkkkkk…kenapa ini
semua harus terjadi kepadaku??kenapa tuhan??aku ingin semuanya kembali seperti
dulu..hiks..hiks..,aku terus menangis.mama dan papaku pun memelukku.
“sudahlah via,jangan
nangisin vano terus” kata mamaku
“gimana via ga nangis ma?mama ga tau perasaan via
saat ini,mama tuh ga bisa ngertiin via,selama 12 tahun ka vano menjadi kakak
via,tapi ternyata ka vano bukanlah kakak
kandung via,hati via sakitttt ma..mama sama papa jahattttttt…!!!” ucapku,lalu
aku langsung berlari masuk kamarku dan mengunci pintu kamarku.aku mengambil
bingkai fotoku dan ka vano yang terpajang dimeja belajarku.aku terus menatap
foto itu sambil menangis.
“Ka vanoo..kakak lagi apa sekarang?gissel beruntung
banget ya ka,bisa punya kakak kaya ka vano,sekarang via sendirian ka..ga ada
lagi yang bisa ngelindungin via seperti ka vano ngelindungin via selama ini,ga
ada lagi yang bisa membuat via tertawa terbahak-bahak karena kelitikan dan ga
ada lagi yang nyanyiin lagu buat via saat via mau tidur,semuanya telah hilang dari hidup via “seketika tangisku
pecah
Tiba-tiba kepalaku terasa sakit,semua benda-benda
menjadi terlihat terbalik,dan semuanya pun seketika berubah menjadi gelap.tak
lama semuanya menjadi terang kembali.aku berada di sebuah taman bermain,dan
sekarang aku sedang bermain jungkat-jungkit bersama ka vano,tiba-tiba gissel
datang dan meminta ka vano untuk menemaninya bermain ayunan,ka vano pun pergi meninggalkanku.”ka vanoo..jangan tinggalin via ka,temenin via aja,ka vanoo..ka
vanooo..ka vanooo…” panggilku berkali-kali
Lalu aku pun tersadar dan sekarang aku bingung aku
ada dimana,aku melihat disampingku papa dan mamaku sedang menangis.
“pa..ma..via ada dimana?ka vano mana??”tanyaku
dengan suara yang lemah
“kamu ada dirumah sakit sayang,kemarin papa sama
mama melihat kamu pingsan dikamar”jawab mamaku
“via..kamu
harus ikhlaskan ka vano,dia bukan kakak kamu sayang,via harus bisa
menerima semua kenyataan ini” kata
papaku
“Via ingin ketemu sama ka vano ma,anterin via
kerumah tante renin sekarang”kataku
Aku langsung mencabut infusanku,dan beranjak dari
tempat tidur.
“tapi via.. kamu masih sakit sayang” kata mamaku
“via ga peduli ma,kalo papa sama mama ga mau
nganterin via,via bisa ko kerumah tante renin sendiri” jawabku kukuh
“via tunggu sayang,baik papa sama mama akan
mengantar kamu kesana”kata papaku
Lalu papa dan mamaku membantuku berjalan menuju mobil,sesampainya dirumah tante
renin,aku pun langsung turun dari mobil.
Assalamualaikum”kataku smabil terus mengetuk pintu
rumah tante renin
Walaikumsalam,eh via,ada apa kesini? “kata tante
renin
Ada ka vano nya tante? “kataku
“Oh ada,sebentar tante panggilin,Vanoo..ini ada via”
kata tante renin
Tak lama ka vano pun datang,Akupun langsung memeluk
ka vano
“Ka vano…via ga bisa hidup tanpa kakak,ka vano
please…kembali kerumah ya ka..”tangisku
“Maaf ,Kakak ga bisa via,itu bukan rumah kakak,via
ga boleh nangis,ka vano akan tetap jadi kakak nya via ko” jawab ka vano sambil
membelai rambutku lalu melepaskan pelukanku
“Lho Baju kamu ko kaya baju rumah sakit ya?”Tanya ka vano
“Iya vano,sebenarnya via sedang dirawat dirumah
sakit karena kemarin dia pingsan,dan sekarang kondisinya juga belum stabil,saat
dia pingsan dia terus memanggil-manggil nama kamu,dan ketika dia sadar,dia
langsung memaksa om dan tante untuk mengantarkannya kesini” kata papaku
“Astagfirullah via..kamu ga boleh gitu,kamu ga boleh
nyiksa diri kamu kaya gini,kakak ga mau adik kakak sakit” kata ka vano
“Tapi via ga mau kehilangan ka vano” jawabku
“Ka vano ga hilang ko,ka vano masih ada disini sama
via,ka vano masih tetep jadi kakak via,sekarang via kembali kerumah sakit ya..”
“Ga mau..via mau disini aja sama ka vano!!”
“via ga boleh gitu,ka vano sama gissel anterin mau?”
Akupun tak bisa menolak bujukan itu,aku lalu
mengangguk.akupun kembali kerumah sakit ditemani oleh ka vano dan gissel.ketika
sampai dirumah sakit,akupun masuk
kekamar inap ku .
“vano,tante sama om mau ngomong sebentar sama kamu diluar” kata
mamaku kepada ka vano
“baik tante” jawab ka vano
Lalu ka vano keluar bersama kedua orang tuaku.
“Via,cepet sembuh ya,aku rela ko kalo ka rere itu
jadi kakak kamu juga” kata gissel
“ka rere?siapa ka rere?” tanyaku
“oh maaf,ehm..aku manggil ka vano sekarang ka rere J”
jawab gissel
“ohh gitu,iya makasih ya gissel, kamu emang sahabat
aku yang paling baik J” kataku
aku tak menyangka gissel sebaik itu,waktu ka vano
jadi kakak aku aja,aku ga pernah rela kalo ka vano menganggap gissel
adiknya.mama sama papa ngomong apa ya sama ka vano?kayanya ko penting
banget?jadi penasaran “kataku dalam hati
tak lama ka vano dan kedua orang tuaku masuk
kembali.
Ka vano tadi ngomongin apaan si sama papa &
mama? “tanyaku
“Bukan apa-apa ko,kamu cepet sembuh ya,nanti kalo
udah sembuh ka vano mau kasih sesuatu buat kamu”
“Apa ka?via pasti cepet sembuh ko ka,paling ini Cuma
kecapean aja”kataku
“ada deh..yaudah istirahat yang banyak ya,udah sore
nih,ka vano sama gissel pulang dulu ya,besok insya allah ka vano sama gissel kesini lagi,om tante saya
sama gissel pulang dulu ya,assalamualaikum” kata ka vano
“Walaikumsalam” jawabku dan orang tuaku
~REVANO
EYES
Aku berjalan menelusuri lorong-lorong rumah sakit
bersama gissel.
“ka,tadi tante winda sama om gunawan ngomong apa si
sama ka rere?”Tanya gissel
“Ehmm..ta..tapi kalo ka rere kasih tau,icel harus
janji sama kakak ga akan kasih tau kesiapa-siapa
apalagi via” kataku
“ok!icel janji” kata gissel
“vi..via mengidap penyakit jantung cel,sebenarnya
via mengidap penyakit jantung sudah sejak dulu,sekarang penyakit jantung yang
dideritanya semakin kronis,ehm kata tante winda dan om gunawan mereka sedang
mencari pendonor jantung untuk via,tapi..mereka ga tau apakah mereka akan
menemukannya atau engga,dokter memvonis umur via hanya tinggal 1 bulan lagi,dan tante winda dan om gunawan
meminta ka rere untuk terus membahagiakan via disisa hidup via ini” kataku
Tiba-tiba gissel menghentikan langkahnya,ia
mnatapku,dan langsung memelukku
“kasian via..ka,icel rela ko kalo kakak ngasih kasih
sayang kakak sepenuhnya kepada via,icel rela ka,icel sayang sama via ka,dia
sahabat icel ka..” kata gissel menangis
“engga cel,maaf
ka rere ga bisa ngelakuin itu,biar bagaimanapun kamu adik kakak,ka rere
ga bisa ngasih kasih sayang ka rere sepenuhnya ke via,ka rere akan adil,ka rere
janji,ka rere akan membahagiakan icel
dan via selama ka rere masih bernafas” ucapku membelai rambut gissel
Gissel pun melepaskan pelukannya
“Icel bangga punya kakak kaya ka rere” ucapnya
“bisa aja kamu cel,udah yuk kita jalan lagi” jawabku
Aku dan gissel pun kembali melangkahkan kaki kami
keluar dari rumah sakit,aku dan gissel memutuskan untuk naik taxi menuju rumah.keesokkannya,aku dan gissel menjenguk
via dirumah sakit setelah pulang sekolah.ternyata via sudah boleh pulang hari
ini.
“Ma..pa..via mau main sama ka vano dan gissel” ucap
via kepada tante winda & om gunawan
“ya sudah tapi jangan sampai kecapean ya,nanti sore mama jemput ke rumah tante
renin,vano tante sama om titip via ya” kata tante winda
“ok deh tante” kataku
Tante winda dan om gunawan pun masuk kemobil.
“ka,via dibonceng sama ka vano ya..” ucapnya memohon
“iya..yuk naik!” jawabku yang sejak tadi sudah
nangkring disepeda bersama gissel.
Aku mengajak via dan gissel ke sungai.seperti biasa,aku
mengajak via dan gissel duduk dibatu paling besar disungai.
“ka vano,kan via udah sembuh,ka vano katanya mau
ngasih sesuatu buat via??”kata via
“ehmm…kata siapa via udah sembuh?via belum
sembuh,kata dokter aja via harus banyak istirahat,berarti kan via belum
sembuh,ya kan?hahaha” kataku
“ihhh ka vano resee..uhh” kata via
Via memang belum sembuh,penyakit jantung via belum
sembuh,rencananya bila nanti via sembuh aku akan memberikan suatu hadiah untuk
via,aku ingin via tetap semangat melawan penyakit jantungnya.astagfirullah aku
baru sadar kalo dari tadi aku hanya berbicara kepada via.aku pun turun dari
batu itu,gissel dan via menatapku aneh.lalu secara tiba-tiba aku mencipratkan
air ke mereka.spontan mereka kaget dan langsung turun lalu membalas mencipratkan
air kepadaku.aku melihat senyuman dan tawa mereka terpancar diwajah
mereka,betapa senangnya aku saat ini melihat kedua adikku bisa tersenyum dan
tertawa lepas bersamaku.
“hey,kita main laying-layang yuk dilapangan sana,tuh
banyak anak-anak yang lagi main layang-layang” kataku
“boleh boleh ka,ayo ka!”kata gissel
“yuk ka!” sambung via
Sampai ditanah lapang,aku melihat ada yang berdagang
layangan,dengan sigap aku pun membeli 3 layangan dan 3 benang kenun untukku
,gissel dan via.lalu aku,gissel,dan via pun berlomba layangan,ketika sedang
bermain layang,aku mendengar azan azhar berkumandang,aku pun mengajak gissel
dan via untuk shalat dimasjid yang ada didekat lapangan.kamipun shalat
berjamaah.ketika selesai shalat,kami bergegas untuk pulang.ketika diperjalanan,tiba-tiba
ada anak-anak kecil yang sedang bermain pistol-pistolan,tiba-tiba gissel
menjerit ternyata peluru dari salah satu anak kecil itu mengenai mata gissel
“AAAAAAA….Ka rere…mata gissel sakittt…aaaaa
sakitttttt” tangis gissel
Aku kaget melihat mata gissel yang berlumuran darah,anak-anak
kecil itu kabur,aku langsung meminta pertolongan,tak lama orang-orang pun
datang mendekatiku,lalu dengan bantuan mereka,gissel dibawa kerumah sakit.aku
menyuruh via untuk menemani gissel sedangkan aku akan mengabari papa dan mama
dirumah.dengan sekuat tenaga aku mengayuh sepedaku.ketika sampai dirumah,aku
langsung menceritakan kejadian tadi kepada papa dan mamaku,kamipun langsung menyusul gissel
kerumah sakit.Sampai dirumah sakit,aku melihat via sedang menangis di kursi
tunggu yang ada di depan ruang UGD.
“via gimana keadaan gissel?” Tanya mamaku
“via ga tau tante..gissel masih ditangani oleh
dokter” kata via sambil terus menangis
“mama sebaiknya tenangin diri mama dulu,kita
sama-sama berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan gissel” kata papaku
Tak lama pria memakai jas putih yang tak lain adalah
dokter keluar dari ruang UGD
“dok bagaimana keadaan anak saya?” kata papa
“sangat disesali,anak bapak mengalami kebutaan
akibat peluru yang masuk ke mata anak bapak,satu-satunya cara untuk
menyembuhkan anak bapak adalah dengan donor kornea,tetapi sangat jarang orang
yang mau mendonorkan kornea nya” ucap dokter itu
“Ya Allah gissel,kenapa ini semua harus terjadi pada
kamu” gumam papaku sambil menangis
“boleh kita masuk?”Tanya via
“silahkan” jawab dokter itu
Lalu aku,via,mama,dan papaku masuk keruang UGD
itu.kami melihat gissel masih terbaring lemah dengan mata diperban.
“icel maafin ka rere..” kataku memegang tangan gissel
“ka rere minta maaf buat apa?ka..ko disini gelap si,mata
icel kenapa ka?” kata gissel
“maafin ka rere,ka rere ga bisa menjaga kamu dengan
baik,mata kamu…ehmmm kamu mengalami kebutaan dek” kataku
“a..apa??buta??engga..enggaaa…ga
mungkiiiiinnnnnn..!!!”gissel histeris
“gissel..gissel kamu harus kuat sayang,papa janji
akan mencarikan donor untuk kamu,ini hanya sementara,kamu harus kuat
sayang..”kata papaku merangkul gissel
Aku tak kuat melihat gissel menangis,aku memutuskan
untuk keluar.aku duduk dikursi tunggu
yang ada didepan UGD,aku menutup mukaku dengan kedua tanganku.Kakak
macam apa aku?aku tidak bisa melindungi adik kandungku sendiri,Arghhhhh!!!!
“desahku”
“ini semua bukan
salah kamu vano,ini murni
kecelakaan” kata seseorang
Aku membuka tanganku,ternyata itu adalah mamaku,aku langsung memeluknya,dan menangis dipelukannya.
“ka vano,gissel manggil kakak..” kata via
Lalu aku kembali masuk keruang UGD untuk menemui
gissel.
“ka rere..”panggilnya
“iya?ka rere disini cel” jawabku
“ka rere..jangan pernah tinggalin icel ya
ka,sekarang icel udah ga bisa ngeliat
lagi,icel mau ka rere selalu ada disamping icel buat nemenin icel” kata gissel
sambil memegang erat tanganku
“iya..ka icel akan selalu ada disamping icel selama
ka rere masih bernafas” jawabku sambil membelai rambut gissel dan mengecup
keningnya
“ka vano,via juga ingin ka vano selalu disamping
via,via butuh ka vano..” kata via yang tiba-tiba saja memegang tanganku
“ka vano sayang kalian berdua,ka vano janji akan
selalu ada untuk kalian berdua selama ka vano masih bernafas,ka vano janji akan
menjaga kalian berdua,ka vano juga janji akan selalu membuat kalian tersenyum
sampai titik darah penghabisan” kataku sambil memeluk kedua adikku yaitu gissel
dan via,mereka pun membalasnya dengan
senyuman.
Ya tuhan aku ingin mereka hidup bahagia tanpa
penyakit ditubuh mereka,aku ingin mereka
hidup normal,aku rela menjadi donor untuk mereka berdua :’( “ucapku dalam hati”
“ka,kata mama sore ini mama akan jemput via kerumah
kakak,pasti sekarang mama udah nungguin,via harus kesana ka” kata via
“ok ka vano anter,icel kakak anterin via dulu
ya,nanti kakak kesini lagi” kataku
“iya ka,hati-hati ya ka” jawabnya
Lalu aku mengantar via kerumahku menggunakan sepeda
gissel yang tadi digunakan oleh via ketika menemani gissel kerumah sakit
ini.sesampai nya aku dirumahku,benar saja,ternyata tante winda sudah menunggu
sejak tadi.via menceritakan semuany a kepada tante winda,beliau pun tersontak
kaget,tadinya tante winda mau menjenguk gissel,tapi aku mencegahnya,karena sepertinya
via sudah kelelahan,aku takut penyakit
via kambuh lagi.setelah via dan tante
winda pulang,aku langsung bergegas kembali kerumah sakit.ternyata gissel sudah
dipindahkan keruang inap.lalu aku berjalan menuju kesana.aku mendengar azan
maghrib berkumandang,aku mengajak ayah & mama ku untuk shalat
berjamaah,tiba-tiba saja gissel berkata bahwa dia ingin ikut shalat juga,lalu
papaku memutuskan untuk shalat berjamaah diruang inap gissel.selesai shalat
kami semua berdoa untuk kesembuhan gissel,kami berharap ada orang yang berhati
mulia yang mau mendonorkan kornea matanya untuk gissel.setelah shalat aku memutuskan untuk meminta izin kepada papa dan
mama agar aku boleh mendonorkan kornea mataku dan jantungku untuk gissel dan
via.tapi tentunya diluar ruang inap gissel.aku,papa,dan mama duduk di kursi
tunggu yang letaknya cukup jauh dari ruang inap gissel.
“kamu mau ngomong apa vano?” Tanya papa
“ehm..pa..ma..vano mau mendonorkan kornea vano untuk
gissel dan jantung vano untuk via” kataku
“APAA????” jawab mama dan papaku kaget mendengar
perkataanku
“vano mohon sama mama sama papa,izininin vano
ma..pa..vano ingin melihat gissel dan via hidup bahagia tanpa penyakit ditubuh
mereka,vano mohon pa..ma..” kataku
bersujud dikaki mama dan papaku
“vano bangun nak,papa sama mama tau kamu sangat
sayang sama gissel dan via,tapi apa kamu fikir gissel dan via tidak akan sedih
bila mereka harus kehilangan kakak tersayangnya?” kata mamaku
“vano,kamu tidak boleh melakukan itu,papa sama mama
sama sekali tidak setuju,papa sama mama yakin,kita pasti bisa menemukan orang
yang mau mendonorkan kornea matanya” kata papaku
“tapi kapan pa?kapannnn???vano ga kuat melihat
mereka hidup dengan penyakit itu,vano yakin mereka pasti bisa ko hidup tanpa
vano,kalo mama sama papa ga ngizinin vano,ga masalah ko buat vano,vano akan
tetap ngelakuin itu!!” ucapku
“vano jangan vanoo…kami sudah kehilangan kamu selama 13 tahun,kami tidak kuat vano apabila
kami harus kehilangan kamu lagi untuk selama-lamanya,mama mohon jangan lakuin
itu” kata mama ku sambil terus menangis dan memegang tanganku
Aku tidak tega melihat mamaku terus menangis karena
takut kehilanganku,aku memutuskan untuk mendonorkan nya secara diam-diam .
“yaudah mama jangan nangis ya,vano ga mau liat mama
nangis,papa juga jangan sedih ya..”kataku
“tapi kamu harus janji ga akan ngelakuin itu?”kata
papaku
Aku hanya terdiam
tanpa jawaban.
“vano..ayo jawab..”kata papa
“sudahlah pa,mama yakin vano tidak akan mengecewakan
kita,ayo kita kekembali keruang inap lagi,kasian gissel kalo kita tinggal dia
terlalu lama” kata mama
Lalu kami pun kembali keruangan gissel.ketika
papa,mama dan gissel sedang tertidur pulas,aku memutuskan untuk keruang dokter
herlina,dia adalah dokter spesialis jantung dirumah sakit ini,transpusi yang
pertama kali harus aku lakukan adalah transpusi jantung,karena transpusi kornea
mata hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah meninggal.kebetulan dokter
herlina belum pulang.aku pun mulai bicara kepadanya.
“dok,saya ingin mendonorkan jantung saya” kataku
“apa?mendonorkan jantungmu?kamu yakin?” jawabnya
terlihat kaget
“yakin dok” kataku
“tetapi adik ini belum terlalu dewasa,saya yakin adik
masih mempunyai banyak mimpi yang bisa adik raih,kenapa adik memutuskan untuk
mendonorkan jantung adik?memangnya adik ingin mendonorkan jantung adik kepada
siapa?”tanyanya
“kepada via adik saya,dia menderita penyakit jantung
yang sudah kronis dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah dengan donor jantung,saya
rela dok memberikan jantung saya untuknya,saya mohon dok,izinkan saya untuk mendonorkan
jantung saya” kataku
“baiklah,tetapi besok bawa adikmu kesini,saya
mau memeriksa kondisinya,dan sekarang
saya ingin memeriksa kamu terlebih
dahulu,ayo berbaring disana disana” ucapnya
Aku pun mengikuti perintah dokter herlina,setelah
diperiksa,ternyata jantungku sehat dan dokter herlina mengizinkan aku untuk
mendonorkan jantungku untuk via.
“dok,tapi dokter janji ya ga akan member tahu
kesiapa pun kalo saya yang mendonorkan jantung untuk via”kataku\
“tenang saja,saya tidak akan member tahu
kesiapapun”jawab dokter herlina
“terima kasih dok,saya permisi keluar ya dok” kataku
“iya silahkan” jawabnya dengan tersenyum kepadaku
dengan perasaan gembira aku pun bergegas kembali
keruang inap gissel.ketika memasuki ruang inap gissel,tiba-tiba papa
menanyakakanku dari mana,dengan sedikit gugup aku menjawabnya bahwa tadi
perutku secara tiba-tiba lapar dan aku mencari makanan keluar,untungnya saja
papa percaya dengan kata-kataku.keesokan harinya,aku kerumah via dan memberi
tahu tante winda bahwa dirumah sakit tempat gissel dirawat ada donor jantung
untuk via,lalu aku,via,tante winda,dan om gunawan menuju kerumah sakit tempat
gissel dirawat.aku mengantar keluarga om gunawan ketempat dokter herlina.ketika
sampai diruangan dokter herlina,dokter herlina tersenyum melihat kami.
“adik ini yang bernama via ya?”tanyanya
“iya dokter” jawab via
“ok silahkan berbaring disana,saya akan mengecek kondisi kamu” kata dokter herlina
“ma,emangnya via sakit apa sih?perasaan via
sehat-sehat aja ko” kata via kepada tante winda
“ka..kamu mengidap penyakit jantung saynag,dan saat
ini penyakit jantung kamu sudah sangat kronis,satu-satunya cara untuk
menyembuhkan kamu adalah dengan donor jantung,nah saat ini sudah ada orang yang
mau mendonorkan jantungnya untuk kamu,maafin mama sayang,mama baru member tau
kamu tentang penyakit kamu sekarang” kata tante winda
“a..apa?penyakit jantung?”kata via
“kamu tenang aja dek,kan udah ada donornya,sekarang
kamu tiduran disana,dokter herlina mau ngecek kondisi kamu” kata ku
“ibu,bapak,dan kakak silahkan keluar dulu ya” kata
dokter herlina
“baik dok”jawab kami
Aku pun keluar dari ruangan dokter herlina,aku
memutuskan untuk mencari ruangan dokter
spesialis mata,ternyata ruangan nya tidak jauh dari ruangan dokter spesialis
jantung.akupun segera masuk keruangan
itu.disana tampak seorang pria berjas putih sedang menulis sesuatu.
“selamat siang dok” kataku
“siang adek,silahkan duduk” kata dokter yang bernama
dokter fahmi itu
“saya ingin mendonorkan kornea mata saya kepada adik
saya yang bernama gissel dok” kataku
“ehm..maaf adek,donor kornea mata hanya dapat dilakukan oleh orang
yang sudah meninggal” katanya
“saya tau dok,saya akan mendonorkan kornea mata saya
setelah saya meninggal,karena selain mendonorkan kornea mata saya,saya juga
mendonorkan jantung saya dok,jadi dokter bisa ambil kornea mata saya setelah
jantung saya selesai didonorkan” kataku
“MasyaAllah,hati adek ini sangat mulia,kalo boleh
saya tau,kepada siapa adek mendonorkan jantung adek?” tanyanya
“kepada adik saya juga dok,saya mempunyai dua adik
namanya gissel dan via,gissel mengalami kebutaan akibat terkena peluru dari
pistol mainan anak-anak ketika kami sedang melewati anak-anak yang sedang
bermain pistol-pistolan,sedangkan via,dia mengidap penyakit jantung yang sudah
kronis,dan dia harus segera mendapatkan donor jantung secepatnya,saya ingin
melihat kedua adik saya hidup bahagia tanpa penyakit ditubuhnya” kataku sambil
menangis
“baiklah adek,saya akan coba mengabulkan permintaan
adek,sekarang saya ingin mengecek kondisi tubuh dan mata adek,silahkan
berbaring disana” kata dokter
Setelah mengecek kondisi tubuh dan mataku,dokter
fahmi mengizinkan aku untuk mendonorkan kornea mataku karena kondisi tubuhku
sehat begitupun mataku.
“dok,tapi saya minta tolong sama dokter,jangan beri
tau siapa-siapa bahwa saya yang mendonorkan kornea mata untuk gissel,saya mohon
dok” kataku
“baiklah saya tidak akan merahasiakan tentang siapa
pendonor kornea untuk gissel,kalo bisa bawa adikmu kesini secepatnya,saya akan
mengecek kondisi matanya” kata dokter
akupun mengangguk lalu berterima kasih kepada dokter
fahmi.aku bergegas kembali keruang spesialis jantung,disana tampak tante
winda,om gunawan dan via sedang berbincang-bincang dengan dokter herlina,akupun
mendekati mereka
“jadi bagaimana dok,kapan via bisa melakukan
transpusi jantung?”tanyaku
“via akan melakukan transpusi jantung 3 hari
lagi,karena saya harus mempersiapkan banyak hal untuk melakukan transpusi
jantung ini”jawab dokter herlina
“ohh gitu,eh mom,tante vano permisi keluar dulu
ya”kataku
Sebenarnya aku merasa tidak enak hati,karena baru
saja aku masuk masa mau langsung keluar lagi,tapi apa boleh buat,aku harus
segera kembali kekamar inap gissel.
“ka vano mau kemana?”Tanya via
“ehm ka vano mau kekamar inap gissel dulu”kataku
“ohh gitu,yaudah deh”jawabnya
“permisi semuanya” kataku
Sepertinya masih banyak yang ingin ddijelaskan oleh
dokter herlina kepada keluarga om gunawan.waktu aku untuk bersama gissel dan
via hanya tinggal 3 hari lagi.aku janji akan menggunakan ke 3 hari itu untuk
membuat gissel dan via tersenyum setiap saat.aku kembali kekamar inap
gissel.sampai diambang pintu kamar inap gissel,aku mendengar gissel berbicara
bahwa dia ga mau makan.aku pun masuk,dan benar saja mamaku sedang membujuk
gissel untuk makan.
“sini ma,biar vano aja yang suapin gissel”kataku
Lalu mamaku memberikan semangkuk bubur kepadaku.
“icel,makan dulu nih,ka rere punya kabar gembira buat
icel” kataku
“apa ka?apa?”kata gissel dengan nada yang
benar-benar mencerminkan bahwa ia sangat penasaran
“ga mau ngasih tau ah kalo icelnya ga mau makan” kataku dengan sedikit mendangakkan
daguku menyerong kekiri atas dan melirik
keatas
“icel mau makan ko ka,a’..a’..”katanya sambil membuka mulutnya
Lalu aku tersenyum,dan menyendok bubur lalu
memasukkannya kemulut imut adikku itu,ternyata trikku ini berhasil membuat
adikku memakan bubur itu dengan lahap,setelah selesai makan..”jadi kabar
gembiranya apa ka?” Tanya gissel kembali penasaran
“udah ada donor mata untuk kamu” kataku
“apa?kamu serius vano?”kata mamaku yang mendengar
perkataanku lalu langsung mendekat kearahku
“ka rere seriuss???”timpal gissel
“yaiyalah vano serius ma,masa bercanda, ka rere
serius cel” kataku
“Alhamdulillah ya Allah,terima kasih engkau sudah
menjawab doa kami,ngomong-ngomong kamu tau dari mana vano?” Tanya mamaku
“tadi vano keruang dokter fahmi,dia dokter spesialis
mata disini ma,kata dokter fahmi ada orang yang mau mendonorkan matanya untuk
gissel” jelasku
“ok mama mau keruangan dokter fahmi dulu ya,kamu
jagain gissel ya vano” kata mamaku dengan menepuk pundakku
“ehm ma,sekalian bawa gisselnya,kata dokter fahmi
beliau ingin mengecek kondisi mata gissel sebelum melakukan transpusi kornea
mata” kataku
“ohh gitu,yasudah bantu mama membawa adikmu ini”kata
mamaku
“gisselnya biar vano gendong aja ma J”kataku
Lalu mamaku tersenyum kepadaku,akupun langsung
menyuruh gissel naik kepundakku,lalu aku dan mamaku serta gissel berjalan
menuju ruangan dokter fahmi.ketika sampai diruangan dokter herlina yang tak
lain adalah dokter spesialis jantung,aku melihat keluarga om gunawan baru saja
keluar dari ruangan itu dan sedang berbincang-bincang oleh dokter herlina
diambang pintu.via menengok kearahku.dan langsung mendekatiku
“ka vano mau kemana?” tanyanya
“mau nganterin gissel keruangan dokter fahmi,dia
dokter spesialis mata disini,kata beliau ada orang yang mau mendonorkan kornea
matanya kepada gissel. J “jawabku
“wahhh senangnya..gissel kita sama dong,aku baru
saja diberi tau oleh ka vano bahwa ada orang yang mau mendonorkan jantung
untukku” kata via
Aku melihat kearah mamaku,sepertinya mamaku mulai
curiga,ya tuhan tolong aku,hilangkan rasa curiga dibenak mamaku itu,jangan
sampai dia tau bahwa orang yang mendonorkan kornea mata dan jantung untuk
gissel dan via adalah aku.
“iya ka vano juga ga abis fikir kenapa bisa
kebetulan gini hehe..”jawabku mencoba menyembunyikan semuanya
“yasudah kalau begitu tante,vano sama gissel mau
keruangan dokter fahmi dulu ya sayang” kata mamaku membelai rambut via
“iya tante.. J”jawab via
aku,dan mamaku melanjutkan langkah kaki kami.ketika
sampai diruangan dokter fahmi,aku,gissel dan mamaku disuruh menunggu dikursi
tunggu diluar oleh suster karena dokter fahmi sedang menangani pasien.
“ka,turunin icel,badan icel kan berat,emang ka rere ga pegel
apa?”kata gissel
“engga,tapi kalo emang kamu maunya ka rere turunin
yaudah apa boleh buat”kataku berbohong,padahal sejak tadi punggungku seperti
mau patah rasanya,tapi demi adikku aku rela ngelakuinnya.
tak lama pasien itu keluar dari ruangan dokter
fahmi,kami pun bergegas masuk.
“Selamat siang” ucap dokter fahmi dengan melontarkan
senyum dibibirnya
“siang dokter” jawab kami
“silahkan duduk”ucapnya
Aku lalu membimbing gissel untuk duduk dikursi yang
disediakan,karena hanya dua kursi yang disediakan,aku terpaksa harus berdiri J
“dok apa benar ada orang yang mau mendonorkan kornea
matanya untuk gissel anak saya?” kata mamaku
“iya benar bu,orang itu benar-benar berhati mulia,sekarang
saya ingin mengecek kondisi mata gissel,silahkan gissel kamu berbaring
disana”kata dokter fahmi
Lalu aku dan mamaku membimbing gissel untuk
berbaring ditempat tidur,setelah selesai diperiksa,dokter fahmi membicarakan
tentang hasil pemeriksaannya.lalu mamaku menanyakan kapan akan dilakukan
transpusi kornea mata pada gissel dan dokter fahmi menjawab 3 hari lagi,jawaban
dokter fahmi membuatku sempat kaget,tetapi aku baru sadar,pasti tadi dia sudah
berkonsultasi dengan dokter herlina.
“ka rere, icel ga sabar nih pengen cepat-cepat bisa ngeliat lagi,icel udah
bosen ngeliat kegelapan terus”ucap gissel
“iya sabar ya dek,3 hari lagi penglihatan kamu akan
kembali pulih” jawabku
“yasudah dok,terima kasih,kami permisi keluar”kata
mamaku
“oh iya silahkan” jawabnya
Aku,mama dan gissel pun keluar dari ruangan dokter.
***
REVANO
EYES
Vano membuka matanya,ternyata vano tertidur disofa
kamar inap gissel,vano melihat jam dinding yang ada diruangan,waktu menunjukkan
pukul 05.00
“belum terlambat untuk shalat subuh” gumamnya
Lalu vano beranjak dari sofa,dan keluar untuk
mencari mushala atau masjid yang ada dirumah sakit ini.ketika melewati kamar
inap via,vano menghentikan langkahnya.dan mendekati pintu kamar inap via.ia
melihat dari kaca pintunya,terlihat via masih tertidur pulas ditemani tante
winda dan om gunawan yang ada disamping kanan kirinya.
“2 bidadariku sedang tertidur pulas,semoga mimpi
mereka berdua indah,aku rela mengorbankan nyawaku demi kalian adikku,tak lama
lagi,kalian berdua akan sembuh” ucap vano dengan tersenyum
Lalu vano melanjutkan langkah kakinya.akhirnya vano
pun menemukan mushala.lalu vano masuk kemushala itu,tidak ada siapapun didalam
mushala itu,vano pun mengambil air wudhu,lalu menunaikan shalat subuh.selesai
shalat,vano mengangkat kedua tangannya.terbayang dikepalanya kedua wajah adik tersayangnya itu yaitu gissel dan via.
“Ya Allah,berikanlah kebahagiaan kepada kedua
adikku,jagalah mereka berdua,jika nanti sudah saatnya aku kembali kepadamu,aku mohon ya
Allah,berikanlah mereka kekuatan untuk menerima semuanya” doa vano dengan
meneteskan air mata.lalu vano kembali bersujud.setelah itu ia berdiri dan
keluar dari mushala,ini adalah H-2 dia akan meninggalkan kedua adiknya itu.vano
memutuskan untuk keluar dari rumah sakit,ia melihat jam tangan yang
dipakainya,waktu menunjukkan pukul 05.45
“aku beliin sarapan ah buat gissel sama via,ehmm
tapi beli apa ya??”ucap vano sambil celingak-celinguk.vano pun memutuskan untuk
melangkahkan kakinya,ia melihat pedangan roti bakar yang sudah buka.sebuah
ingatan muncul diotaknya,via sangat sarapan roti bakar selai kacang,sedangkan
gissel,ia juga menyukai roti bakar dengan
rasa coklat.lalu vano mendekati pedagang roti bakar itu,dan memesan 2
porsi roti bakar,satu dengan selai kacang dan satu lagi rasa coklat.setelah
membeli dua porsi roti bakar,vano pun kembali kerumah sakit dimana gissel dan
via dirawat.vano menuju kamar inap via.lalu mengetuk pintu kamar inap via
“masuk” ucap seseorang dari dalam
Vano melihat seorang suster yang baru saja
mengantarkan sarapan kepada via,lalu suster itu keluar.
“ka vano..”panggil via
“halloo cantikk,haha..ka vano bawain sarapan lho
buat via,sarapan kesukaan kamu lho” ucap
vano
“sarapan apa ka?roti bakar ya?” jawab via dengan
gembira
Vano pun mengangguk pasti,lalu mendekati via.tante
inda dan om gunawan pun mempersilahkan vano untuk duduk disamping via.lalu vano
membuka box roti selai kacang yang dibawanya.
“wahh selai kacang ya ka?”kata via lalu langsung
mengambilnya dari tangan vano,dan
memakannya dengan lahap
Vano membelai rambut via “cepet sembuh ya dek,ehm ka
vano,mau kekamar gissel dulu ya,nnti ka vano kesini lagi ok! Diabisin ya roti
bakarnya” kata vano
“ok deh ka!” ucap via sambil terus menguyah roti
bakar favoritnya itu
Vano pun keluar dari kamar inap via,dan berlari
menuju kamar inap gissel.sampai diambang pintu kamar inap gissel,vano mendengar
sesuatu
“gissel,makan ya sayang..”
“ga mau ah ma,pokonya gissel ga mau makan kalo ga
disuapin sama ka rere,titik!!!”
Mendengar suara adik nya itu,vanopun segera masuk.
“i..itu ka rere bukan?”ucap gissel
“iya dek,ini kakak,maaf ya tadi kakak ninggalin kamu
ga bilang-bilang,abis tadi kamunya masih tidur” kata vano
“memangnya kamu habis dari mana?”ucap mama lembut
“tadi vano abis beliin sarapan buat gissel”kata vano
“yeayy!!apa tuh ka?” kata gissel
“roti bakar coklat,kakak suapin ya?” ucap
vano,gissel pun mengangguk dengan tersenyum senang.
Gissel pun memakan roti bakar favoritnya itu dengan
lahap.
“dek,abis makan,ikut kakak yuk!” ajak vano
“kemana ka?” jawab gissel
“ke sungai sama via juga” ucap vano
“wahhh..icel mauuu bgtttt kaaaa!!!” kata gissel
“yaudah buka mulutnya lagi dong,pesawatnya mau masuk
nih haha” kata vano
“pesawat ka?ga muatt kali” kata gissel
“ini pesawat roti tau! “ kata vano
“haha..yaudah aaa..”kata gissel dengan membuka
mulutnya.vano pun kembali mensuapi gissel.
Setelah roti bakarnya habis,vano meminta izin kepada
mamanya untuk membawa gissel ke sungai.
“vano,bukannya mama ga ngizinin kamu,tapi kamu mau
bawa gissel naik apa?”kata mama
“mama bawa mobil kan,boleh ga vano pinjem?vano bisa
ko ma nyetir mobil” kata vano
“serius kamu?”
“yaiyalah ma serius,masa bercanda” kata vano
“ayolah ma..please..gissel kangen sungai,gissel mau
kesungai” kata gissel
“yasudah,tapi hati-hati ya,ini kunci mobilnya,jaga
adikmu ya vano” kata mama
“pasti ma!” kata vano
Lalu vano membopong gissel untuk duduk dikursi
roda.vano & gissel pun berjalan keluar menuju kamar inap via.
“ka,kita kekamar nya via dulu ya?” kata gissel
“iya dek,kenapa?” kata vano
“gapapa ko ka,icel Cuma nanya aja”
Sampai diambang pintu,lalu vano mengetuk pintu kamar inap via,om gunawan pun membukakan pintu.vano
dan gissel pun masuk.
“ka vano..kakak bawa gissel kesini mau ngapain?”
kata via
“ehm ka vano,mau ngajak kalian berdua kesungai,mau
kan?” kata vano
“ke sungai???wahhh mau bgttt ka,tapi kita kesana
naik apa?” kata via
“naik mobil,kan kakak bisa nyetir,tante om,boleh
ya..please..”ucap vano
“ baiklah,kita izinin,dengan syarat kamu harus jaga
via ya vano,kalo ada apa” langsung hubungi kami ok!” kata om gunawan
“sip deh om!!ehm via harus pake kursi roda juga ga
om?” Tanya vano
“engga ka,aku kuat jalan ko ka” kata via
“beneran nih?” kata vano
“iya lah,masa aku bohong,ma infusnya aku buka
ya?”kata via
“tunggu,mama panggilin suster dulu”kata tante winda
“ih ga usah ma,kelamaan” kata via “Sreakkkkkkk” via
melepas infusannya,akhirnya tangannya sedikit berdarah,tapi itu tidak masalah
bagi via.via pun memakai sweater nya lalu beranjak dari tempat tidurnya,dan
mendekati vano
“om tante,via nya aku bawa dulu ya” ucap vano
“iya,tapi jangan lama” ya,jaga via baik” ya vano”
kata tante winda
“sip!” jawab vano singkat
Setelah pamit,vano pun membawa gissel dan via
keluar,vano memang sangat adil membagi kasih sayangnya kepada kedua
adiknya,baginya kebahagiaan gissel dan via adalah segalanya bagi vano.vano
berjanji kepada dirinya sendiri,selagi dia masih bernafas,dia akan terus
membuat gissel dan via tersenyum.