Sabtu, 16 Maret 2013


ELDER BROTHER FOR THEM
KAKAK UNTUK MEREKA
~ADA YANG BERBEDA
GISSEL EYES
Sinar matahari yang sangat menyengat,membuatku terbangun dari tidurku.Lalu aku membuka kaca jendela.sungguh indah pemandangan didepan mataku ini,hamparan luas kebun teh membuat mataku menjadi sehat karena mendapatkan vitamin A dari warna-warna hijau dedaunan itu dan udara pagi yang sangat sejuk yg membuat paru-paru ku ini sehat.aku pun bergegas mandi,lalu sarapan.setelah sarapan aku berpamitan kepada kedua orang tuaku.
“Gissel,mau papa anter?”
“Ga usah pa,gisel mau naik sepeda aja”
“Yasudah hati-hati ya..”
“Pulang sekolah,langsung pulang ya,nanti mama mau ajak kamu jalan-jalan “kata mamaku
“Kemana ma?”
“Rahasia dong “jwb mama
“Yaudah ma,pa gisel berangkat dulu ya,assalamualaikum “kataku
“Walaikumsalam “jawab kedua orng tuaku
Aku mulai mengayuh sepedaku,aku melihat keatas,lebih tepatnya aku melihat awan.awan selalu berarak mengikutiku,bentuknya yg unik,membuatku menyukainya.BRUKKKKKKK…aku terjatuh dari sepedaku,karena terus menatap keatas,aku sampai tidak sadar kalo aku sedang mengendarai sepeda,untung saja sedang tidak hujan,jadi tanahnya tidak basah sehingga baju seragamku tidak kotor.Tapi kaki ku..hufffttt…sedikit terluka.tiba-tiba ada seseorang yg menjulurkan tangannya,aku menatapnya.
Sini aku bantu “ujarnya
Aku pun langsung memegang tangan orang itu lalu bergegas berdiri.
Makasih ya “kataku
Sama-sama,lain kali hati-hati ya “katanya
Lalu aku pun mengangguk.
Ehm tunggu,nama kamu siapa? “tanyaku
Revano,panggil aja vano “jawabnya berteriak sambil mengayuh sepeda nya
Dia berseragam sama denganku,itu artinya dia murid sekolahku,tapi..aku tidak pernah melihat dia,apa dia seorang siswa baru,mungkin.sudahlah aku harus melanjutkan perjalananku,bisa-bisa aku telat nanti.aku langsung menaiki sepaku,aku menahan sakit dilututku,aku terus mengayuh sepedaku.
~Sampai Disekolah
Aku melihat siswa-siswa sdng mengerubungi seseorang
Fin,itu ada apaan si?”tanyaku kepada salah satu temanku yg bernama fina
Itu ada siswa baru,tapi dia anak kelas 8,namanya revano,gantengggg pisan euyyy mukanya “ujar fina
Revano?diakan yang tadi nolong aku pas aku jatuh tdi “kataku
Haha..gisel..gisel..jngn ngekhayal deh “kata fina
Aku serius,kalo ga percaya yaudah “kataku
Aku langsung memasuki kelas,dan menaruh tas ku.aku masih terbayang wajah vano,sayang dia kelas 8 sedangkan aku sekarang masih duduk dikls 7.
Udah baik,ganteng,ehmm perfect “gumamku
KRINGGG KRINGG.. > bel msuk
Semua murid pun masuk ke kelas masing-masing.pelajaran pun dimulai.
Tak terasa sudah hampir jam istirahat.aku pun sudah tdk sabar untuk istirahat,telingaku sudah lelah mendengarkan guru yg terus berbicara tanpa henti.
KRINGG KRINGGG > bel istirahat
Yeayyyy “sorakku
Semua siswa berhamburan keluar kelas,begitupun aku.Perut ku yang sudah keroncongan,memaksa kaki ku untuk berjalan mencari makanan,tepatnya dikantin.ya,aku pun segera berjalan menuju kantin.
Ketika dikantin aku melihat ka vano berjalan mendekatiku
Hey,kamu sekolah disini juga? “Tanya seseorang yang tak lain adalah vano
Ehm..iya ka “jawabku
Nama kamu siapa? “tanyanya
Aku gissel
Ohh ok salam kenal ya “ujarnya
Aku pun tersenyum,aku langsung memesan makanan.
Sel,tdi kamu ngomong apa sama ka vano? “Tanya fina
Ehm tdi dia nanya namaku “kataku
Ha?serius?ihhh envy deh,kenapa harus kamu,kenapa ga aku aja sih “desah fina
Ini somay nya dek “kata ibu kantin
Oh iya bu makasih “jawabku
Aku makan dulu ya “kataku kepada fina
Lalu aku langsung mencari meja yg kosong,aku pun langsung memakan somay ku itu dengan lahap
Ketika pulang sekolah Aku pun bergegas pulang,aku ingat pesan mama tadi pagi.
Sampai dirumah,”Assalamualaikum” ucapku ketika membuka pintu rumahku
Walaikumslaam,eh anak mama udah pulang,yaudah sekarang kamu ganti baju gih,ehm kaki kamu kenapa? “Tanya mama
“Luka sedikit ko ma,tadi pas berangkat sekolah gissel jatoh dari sepeda“kataku
“Ya ampun gissel,makanya kalo naik sepeda itu hati-hati”
“Iya ma..”
Lalu aku langsung bergegas ganti baju.
15 menit kemudian..
Gissel udah siap belum?
Udah ko ma..”teriakku
Lalu aku keluar dari kamarku,aku melihat mama sudah berdiri didepan pintu menunggu ku.kita mau kemana si ma? “tanyaku
Mau kerumah tante winda “kata mamaku
Tante winda?siapa dia ma? “tanyaku
Dia sahabat mama sejak smp “jawab mama ku
Ohh gitu “jawabku
ayo kita berangkat “kata mamaku
Aku pun mengangguk dan memasuki mobil.selama di dalam mobil aku hanya menikmati pemandangan disepanjang jalan,tak terasa sudah sampai
Aku turun dari mobil ku,aku melihat seseorang sedang bermain basket.wajahnya tidak asing bagiku.ya,itu ka vano.ko dia ada disini?apa dia anaknya tante winda?”tanyaku dalam hati
Eh ada jeng renin,ini gissel ya?wah sudah besar ya,tambah cantik aja “kata tante winda
Aku pun tersenyum
Vano sama Via mana jeng?udah lama ga ngeliat dia “tnya mamaku
Oh via ada didalem,ayo silahkan masuk “ajak tante winda
Mamaku dan tante winda masuk kedalam rumah tante winda,tapi tidak denganku,aku menghentikan langkahku.lalu aku mendekati ka vano
Ka..”panggilku
Eh gissel?ko kamu bisa disini?
Ka vano anaknya tante winda?
Iya..”jawabnya singkat
Ohh,mamaku dan tante winda sahabatan sejak smp “kataku
Ohh gtu,kamu kenapa ga masuk kedalem?
Ehm,ka vano sndiri knp disini?ayo ka masuk kedalem “kataku menarik tangan ka vano
Aku dan ka vano pun masuk kedalam rumah ka vano
Wah via sudah besar ya,kelas berapa? “Tanya mamaku kepada seorang anak perempuan yang tak lain adalah anaknya tante winda yang bernama via
Aku kelas 7 tante J “jawabnya dengan gaya bicara cewe feminim
Oh berarti sama dong dengan gissel anak tante,gissel kenalin ini via anak nya tante winda “kata mamaku
Hey namaku gissel “kataku sambil berjabat tangan
Hey juga,aku via “balas via
Vano sudah sana main basket lg diluar “kata tante winda
Iya ma “jawab ka vano
Lho tante,ko ka vano nya disuruh keluar? “tanyaku
Ehmm..”tante winda hanya mendehem
Aku langsung menyusul ka vano keluar.ini semua seperti ada yang aneh,sejak tadi sampai di rumah tante winda,tante winda hanya memperkenalkan via kepadaku,ketika mamaku menanyakan ka vano dan via,tante winda hanya menjawab tentang via.ada apa ini?kenapa ka vano seperti tidak dianggap “tanyaku dalam hati
Ka vano tunggu “kataku
Ka vano menoleh kearahku
Aku boleh ikutan main basket ga? “kataku
Boleh,yuk “jawab ka vano dengan melemparkan senyum kepadaku
Ketika sedang asyik bermain basket,tiba-tiba via datang
Ka vano,via mau ikutan juga “ujarnya
Yaudah ayok! “kata ka vano
Lalu aku,via dan ka vano bermain basket bersama.
Tak terasa sudah 1 jam aku,via dan ka vano bermain basket,ka vano sempat mengajak ku dan via untuk udahan main basketnya,tapi aku dan via menolak.
mama ku keluar dari rumah tante winda.
Jeng,saya pulang dulu ya,sudah sore,maaf ngerepotin “kata mamaku
Oh engga ko jeng,ga ngerepotin,jangan sungkan-sungkan ya jeng untuk main kesini lagi “kata tante winda
Vano,kamu nih,main basket ko ngajak-ngajak via sama gissel,liat tuh gissel nya sampe kecapean gtu “kata tante winda
Engga ko tante,gissel ga capek,malah gissel blm puas main basketnya “kataku
Tante winda hanya melemparkan senyum kepadaku.Via udah masuk kedalem,nanti kamu kecapean lagi gara-gara main basket sama vano “kata tante winda
Vano,via tante pulang dulu ya,kapan-kapan kalian main donk kerumah tante “kata mamaku
Iya tante “jawab ka vano dan via
Lalu ka vano dan via salim kepada mamaku
Setelah itu aku dan mamaku langsung memasuki mobil,dan bergegas pulang.
~MUNGKINKAH DIA ADIKKU?
REVANO EYES
Ko perasaanku beda ya ketika aku salim sama tante renin,beda saat aku salim sama mama. “kataku dalam hati
Ka vano ayo masuk “kata via
i..iya “jawabku
aku memasuki kamarku.aku terbayang akan wajah gissel dan tante renin.mereka berdua benar-benar membuat hatiku terasa tentram saat didekatnya.
Perasaanku saat bermain basket dengan gissel sangat berbeda dengan perasaanku ketika bermain basket sama via.dan perasaanku ketika gissel memanggilku berbeda saat via memanggilku.tapi..aku rasa,ini bukan perasaan cinta,aku juga tidak mengerti perasaan apakah ini.hanya waktu yg dapat menjawabnya.
Ka vanooo..”teriak seseorang memanggilku yg tak lain adalah via
Jegrekkk “via membuka pintu kamarku
Kenapa vi? “tanyaku
Yeayyy..ka tau ga ka,besok via bakalan pindah sekolah lho,via bakalan satu sekolah sama kakak.yeayyyy “kata via dengan gembira
Beneran?wah asyikk donk “kataku
Iya ka,via seneng bangettt ka,akhirnya mama mau mengabulkan permintaan via “ujarnya
Iya,ka vano juga ikut seneng “kataku
Viaaaa…”panggil mamaku yang berjalan memasuki kamarku
Ada apa ma??”jawab via
Kita shopping yuk sayang,sama papa juga “kata mamaku
Vano ajak aja ma “kata papaku yang tiba-tiba masuk kamarku juga
Hufftt..ngapain si pa ngajak vano? “kata mamaku
Kasian dia,masa ditinggal sendirian dirumah “kata papaku
Gapapa ko pa,vano juga lg banyak tugas “kata ku berbohong
Tuh kan pa,denger sendiri,udh yuk pa,yuk via kita siap-siap “kata mamaku
Yah ka vano ko ga ikut si..”kata via
Maaf ya vi,hari ini ka vano harus nyelesaiin tugas-tugas ka vano “kataku
Yaudah deh “jawab via
Lalu via,papa dan mamaku keluar dari kamarku
Aku pun langsung menutup pintu kamarku.
Ini adalah hal yg biasa bagiku,mamaku memang seperti tidak menganggapku anaknya,dimatanya mungkin hanya via anaknya.semenjak via lahir,aku merasa seperti orang asing dikeluarga ini.tapi aku selalu berfikir positive.mungkin mamaku seperti ini karena ada alesannya contohnya mungkin karena mamaku sangat menginginkan mempunyai anak perempuan,lalu impiannya terwujud,makanya mama ku sangat menyayangi via.
KEESOKAN HARINYA
Via ayo sayang kita berangkat,nanti telat “kata mamaku
Ma,ka vano ga bareng aja sama kita? “Tanya via
Ga usah “kata mamaku ketus
Tapi ma,kan via sama ka vano sekarang udah satu sekolah “kata via
Ka vano kan bisa berangkat naik sepeda “kata mamaku lalu langsung menarik tangan via memasuki mobil
Aku pun langsung menaiki sepedaku.
Diperjalanan aku bertemu dengan gissel,aku pun berangkat sekolah bareng gissel.semenjak saat itu,aku selalu berangkat sekolah bareng gissel setiap hari.
*SAAT JAM ISTIRAHAT DISEKOLAH
Ka vano,kita kekantin yuk “ajak gissel
Ka,anterin via keperpustakaan “kata via
Aku bingung dengan kedua ajakan ini,aku harus menerima ajakan yang mana.hati kecilku berkata bahwa aku harus menerima ajakan gissel,tapi bagaimana dengan via adikku?ya tuhan beri aku petunjuk.banyak orang yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti kata hati kita.ok baiklah,itu artinya aku harus mengikuti kata hati kecil ku.
Ehm..via,ka vino lagi laper banget,jadi maaf ya ga bisa nganterin,tapi nanti abis makan ka vino bakal susul via keperpustakaan ko “kata ku
Hufftt..yaudah deh ka “kata via
Yuk ka,kita kekantin “kata gissel
Yuk “kataku
Aku dan gissel pun berjalan kekantin.setelah makan tiba-tiba TETTT TETTT tanda bel masuk.aku pun tidak sempat menyusul via keperpustakaan.aku langsung masuk kekelas ku
Ka vino,nanti pulang bareng ya kak “kata gissel
Sip dek! “kataku
Eh ehm..mksd ka vino,sip deh gissel! “kataku
Ko diganti ka?kenapa?aku seneng ko kalo kakak panggil aku adek “kata gissel
Haha..yaudah deh adek hemm “kataku
Aku juga tidak tau,mengapa aku bisa memanggil gissel adek,sedangkan aku tidak pernah sekalipun memanggil via dengan sebutan adek,padahal jelas-jelas yang menjadi adik ku sebenarnya adalah via.ya tuhan ada apa ini? “kataku dalam hati
Ketika pulang sekolah,Aku dan gissel pun pulang bareng.sepanjang perjalanan,kami melewati kebun teh.
Ka,aku capek banget nih,kita istirahat dulu yuk “kata gissel
Ok deh,kita kesungai aja yuk “kataku
Ya disekitar tempat aku biasa pulang sekolah itu terdapat sungai.aku dan gissel pun menuju ke sungai itu
Sampai disungai,aku dan gissel melihat batu sungai yang lumayan besar.
Ka,duduk dibatu itu yuk “kata gissel
Yuk! “jawabku singkat
Aku dan gissel pun meloncati satu persatu bebatuan untuk menuju batu besar itu.
Setelah sampai aku dan gissel pun duduk diatas batu itu.
ka aku boleh ngomong sesuatu ga sama kakak? “Tanya gissel
boleh dek,mau ngomong apa?ngomong aja lagi “kata ku
ga tau kenapa ka,setiap ada didekat kakak,aku ko ngerasa nyaman banget,aku pengen banget punya seorang kakak,aku kesepian ka,aku anak semata wayang,andai aja ka vano adalah kakak kandungku “kata gissel
kakak juga ngerasain hal yang sama kaya kamu dek,ga tau kenapa perasaan kakak tuh beda saat kakak dekat kamu sama saat kakak dekat via.selama ini kakak ga pernah manggil via dengan sebutan adek,tapi ga tau kenapa kakak bisa manggil kamu adek,kakak merasa,kakak ingin selalu ngelindungin dan jagain kamu “ujarku dengan sangat jujur kepada gissel
tiba-tiba gissel menatapku,lalu dia menangis.
Adek ko nangis?”tanyaku bingung
Aku boleh peluk kakak ga? “kata gissel
Aku pun mengangguk.
Lalu gissel langsung memelukku.
Ya tuhan,pelukan ini benar-benar membuatku nyaman,ini adalah saat-saat terindah dalam hidupku yang tak akan pernah aku lupakan,rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan ini “ujarku dalam hati
Tiba-tiba DUARRRRR…”suara petir menggelegar
Aaaaaa….”gissel berteriak,dan semakin erat memelukku
Ga usah takut dek,ada kakak disini “kataku mengelus rambut gissel
Lalu hujan turun dengan lebat
Yah dek,hujan,ayo dek kita pulang “kata ku
Ka,hujannya deres banget,rumahku kan ga terlalu jauh dari sini,kakak pulang kerumahku aja dulu ya “kata gissel
“Tapi dek..”
“Please ka..”
Aku tidak tega menolak tawaran gissel,aku mengangguk.lalu aku dan gissel turun dari batu itu dengan hati-hati,meloncati batu demi batu dengan sangat hati-hati.lalu aku dan gissel menaiki sepeda kita masing-masing.dibawah derasnya air hujan aku dan gissel mengayuh sepeda.
Ka vano…ini adalah hari terindah dalam hidup aku “teriak gissel
Hari ini ga akan pernah kakak lupain selamanya “jawabku berteriak
Aku dan gissel pun tertawa bersama-sama.
Tak terasa,aku dan gissel sudah sampai dirumah gissel.lalu aku menaruh sepedaku ditempat gissel menaruh sepeda
Gissel,ya ampun nak,kamu abis kemana aja?hujan begini baru pulang,hujan-hujanan lagi,haduhh nanti bisa sakit,ini siapa?pacar kamu? “kata papa gissel yg bernama om umar
Ihh papa..ini tuh kakak kls aku,dia tuh anaknya tante winda pa,namanya revano,tdi aku pulang sekolah bareng dia,terus aku capek yaudah aku istirahat dulu disungai terus tiba-tiba hujan deres,jadi keujanan deh pulangnya “ujar gissel
Yasudah,ajak vano masuk kedalem “kata tante renin
Vano,mandi gih sana,nanti pake baju om aja,kebetulan om masih nyimpen baju-baju om waktu masih muda seusia kamu “kata om umar
Gissel,kamu mandi dikamar kamu,vano ayo tante temenin kekamar tamu,disana ada kamar mandinya juga,nanti bajunya biar tante yang siapin “kata tante renin
Ok deh sip ma “kata gissel
Lalu gissel masuk kekamarnya,tante renin pun mengantarkan aku kekamar tamu,sedangkan om umar mengambilkan baju untukku.tante renin merangkul ku.
Ya tuhan,mengapa aku sangat merasa nyaman berada ditengah-tengah keluarga ini,rangkulan tante renin benar-benar membuat tubuhku hangat “ucapku dalam hati
Setelah mandi dan berganti pakaian,keluarga gissel pun mengajakku untuk shalat zuhur berjamaah lalu makan siang bareng.ya tuhan ini benar-benar hari terindah seumur hidupku,aku ingin lebih lama berada ditengah-tengah keluarga ini,ku mohon tuhan jangan engkau hentikan hujan ini “doaku dalam hati
Selesai makan,hujan tak kunjung reda.
Vano,kamu disini aja ya sampai hujannya benar” berhenti,nanti pulangnya tante,om sama gissel yang nganterin kamu “kata tante renin
Iya tante,om makasih banyak,udah ngerepotin “kataku
Engga ko,ga ngerepotin,kami malah seneng ada kamu disini,sering-sering ya main kesini,jadi gissel ga kesepian “kata om umar
Iya om,kalo vano ada waktu,vano pasti kesini ko “kataku
Ka,berhubung makannya udah selesai,gimana kalo sekarang kita ngerjain pr bareng aja,pr ku tadi banyak banget ka,ka vano kan pinter,pasti bisa donk ngajarin aku “kata gissel
Sip deh,yuk! “kata ku
Aku dan gissel pun mengerjakan pr bareng.aku pun membantu gissel menyelesaikan prnya.
~MAMA&PAPA GISSEL
Pa,perasaan papa ada yang aneh ga saat deket sama revano? “Tanya mama
Iya ma,papa merasa revano seperti anak kita sendiri “jawab papa
Apa mungkin ya revano itu anak kita?anak kita yang pertama?ikatan batin seorang anak sama ibunya itu kuat pa,mama merasa revano itu benar-benar anak kita “ujar mama
Itu tidak mungkin ma,kan wktu kelahiran pertama,dokter bilang bahwa anak pertama kita meninggal dunia “ujar papa
Ehmm..oh ya pa,mama ingat,waktu mama melahirkan,mama sempat melihat tanda lahir dipundak bayi kita “kata mama
Tapi apa mungkin dokter itu membohongi kita?tapi untuk meyakinkan bagaimana,kalo kita buktikan apakah tanda lahir itu benar ada dipundak revano atau tidak “kata papa
Tapi gimana caranya pa? “kata mama
Ehm..papa punya ide ma “kata papa
Lalu papa langsung mengambil pakaian di lemari.
Lalu papa menuju ruang belajar gissel dimana revano dan gissel sedang mengerjakan pr bareng.
Vano..”panggil papa
Iya om,ada apa?
Om punya baju nih,kayaknya baju ini cocok banget buat kamu,ini baju kesayangan om lho,cobain deh,ayo sini om temenin “kata papa
Ta..tapi om..
Dilarang menolak “kata papa
Mama menemani gissel melanjutkan mengerjakan prnya sedangkan papa langsung menarik tangan vano menuju kamar tamu.
Vano melepas bajunya.
Ya allah,dia..memiliki tanda lahir itu dipundaknya,apakah dia benar anakku?,tolong berikanlah petunjukmu ya allah “kata papa dalam hati
Papa melihat gissel dan mama mengintip,lalu papa memberikan isyarat kepada mama,lalu mama pun masuk.sedangkan gissel tetap mengintip dari pintu
Mama pun melihat tanda lahir itu ada dipundak vano
Mama pun langsung memeluk vano
Vano..kamu adalah anakku nak “kata mama
Maksud tante apa? “kata vano
Tanda lahir ini membuktikan bahwa kamu adalah anakku yang pertama “kata mama
Lalu gissel masuk kekamar
Apa?ini ga mimpi kan?ja..jadi ka vano kakak gissel ma? “kata gissel
Lalu vano melepaskan pelukan mama.
Tante,om,maksud kalian apa?vano ga ngerti “kata vano
13 tahun yang lalu,ketika tante melahirkan anak pertama tante,tante sempat melihat tanda lahir yang ada dipundak anak pertama tante,setelah itu tante tak sadarkan diri,ketika tante bangun tiba-tiba dokter mengatakan bahwa anak pertama tante sudah meninggal,entah kenapa sampai saat ini tante masih ragu dengan perkataan dokter tersebut “ujar mama
Untuk membuktikan kebenarannya,bagaimana kalo kita lakukan tes DNA? “kata papa
Iya mama setuju pa,vano tante harap kamu bersedia ya untuk dites DNA “kata mama
Ehm..baiklah tante,vano setuju untuk dites DNA “kata vano
Astagfirullah om sampe lupa,ini pake baju nya vano,kamu pasti kedinginan ya dari tadi ga pake baju “kata papa
Lalu vano langsung memakai baju yang diberikan oleh papa.
Gimana kalo malam ini kita lakukan tes DNA nya? “kata mama
Iya ma,papa setuju,lebih cepat lebih baik “jawab papa
~SIAPA KELUARGAKU SEBENARNYA?
REVANO EYES
Ya Allah,apakah ini semua benar-benar nyata?apakah aku tidak berada dalam dunia mimpi?ya Allah jika aku berada didunia mimpi,aku mohon jangan bangunkan aku dari mimpi terindah ini “doaku dalam hati
Setelah shalat maghrib berjamaah,tante renin,om umar dan gissel,langsung mengajakku kerumah sakit untuk tes DNA.dokter bilang hasil tesnya baru bisa diambil seminggu lagi,lalu tante renin,om umar dan gissel mengantarku pulang.setelah sampai dirumahku,aku langsung mengeluarkan sepedaku dari bagasi mobil.untungnya saja sepedaku adalah sepeda lipat.
Tante renin dan om umar mengetuk pintu rumahku smbil mengucapkan assalamualaikum,lalu mamaku membukakan pintu.
Walaikumsalam “jawab mamaku
Vano,dari mana saja kamu? “Tanya mamaku
Ehm jadi gini jeng,tadi pulang sekolah vano dan gissel pulang bareng,karena hujan deras,lalu gissel mengajak vano untuk kerumah “kata tante renin
Aduh maaf ya jeng jadi ngerepotin,harusnya nak gissel biarkan saja vano kehujanan,kan dia anak cowo,jdi ga masalah kalo harus kehujanan,kalo kaya gini kan jadi ngerepotin “kata mamaku
Ih tante gimana si?masa tega sama anak sendiri kaya gitu,kan kasian ka vano,walaupun dia cowo tapi kan dia tetep manusia tan,ka vano juga bisa sakit “kata gissel dengan ketus
~GISSEL EYES
Jelas aja tante winda ga sama sekali peduli sama ka vano,orang dia bukan ibu kandungnya ka vano huh “desahku dalam hati
Ka vano…kakak kemana aja,via khawatir sama kakak “kata via yang tiba-tiba langsung memeluk ka vano
Entah kenapa,walaupun hasil tes DNA itu belum tentu menyatakan bahwa ka vano benar” kakak kandungku,tapi aku sudah yakin ka vano adalah kakaku.aku tidak rela via memeluk ka vano.
Ihhhh “desahku,lalu aku langsung berlari memasuki mobilku
Lho gissel knp? “Kata tante winda
Ehm tolong maklumi anak saya ya jeng,yasudah saya sama mas umar pamit pulang ya jeng “kata mamaku
Vano,om sama tante pulang dulu ya “kata papa ku sambil mengacak-acak rambut ka vano
Mamaku lalu memeluk ka vano sambil berbisik “Mama pulang dulu ya sayang..”
Ketika dimobil,Aku langsung memeluk mamaku sambil menangis
Kamu kenapa sayang ?” Tanya mamaku
Gissel ga rela ma via meluk ka vano,ka vano itu kan kakak gissel bukan kakaknya via,Cuma gissel yang boleh merasakan pelukan ka vano “kataku
Cup cup cup,anak mama ga boleh nangis ah,nanti mama juga ikut sedih,mama bisa ngerti perasaan gissel ko,sekarang ka vano belum seutuhnya jadi milik kita,kalo nanti tes DNA nya sudah keluar dan hasilnya itu positive bahwa ka vano adalah kakak gissel,baru ka vano akan seutuhnya jadi milik kita,gissel yang sabar ya “kata mamaku sambil mengelus rambutku
Tapi ma,kalo nanti tes DNA nya beneran positive,berarti winda itu menculik anak kita dong ma?apa jangan-jangan dia membayar dokter itu untuk memberikan bayi kita sama dia? “kata papa
Hush..papa udah jangan shuhuzon kaya gitu,nanti ketika hasil tes DNA nya positive,kita paksa winda untuk menceritakan semuanya,kalo dia tidak mau kita bwa dia kekantor polisi “kata mamaku
Ya papa setuju sama mama “jawab papaku
~REVANO EYES
Dasar anak ga tau diuntung,hidup ko kerjaannya nyusahin orang aja “bentak mamaku
Ma,sudah lah ma,toh tadi keluarganya renindra tidak keberatan vano menumpang dirumahnya “kata papaku
Vano sudah sana masuk kamar “kata papaku
Lalu aku masuk kekamarku.
Aku menatap langit-langit kamarku
Aku merasa ini bukanlah keluargaku,aku yakin aku adalah anak tante renindra dan om umar,dan gissel…gissel adalah adik kandungku.tapi selama 13 tahun aku dirawat dan dibesarkan oleh keluarga ini,dan selama 12 tahun aku hidup bersama via,aku sayang dengan via,tapi tidak sebesar rasa sayangku kepada gissel.aku rasa hanya tinggal 7 hari lagi aku tinggal dirumah ini.kasian kamu dek (gissel),selama 12 tahun kamu merasa kesepian,kamu terus mendambakan seorang kakak,tetapi kakak mu malah menjadi kakak untuk orang lain “gumamku
~MEREKA KELUARGAKU SEBENARNYA
6 HARI KEMUDIAN~
~REVANO EYES
*KETIKA BEL ISTIRAHAT
Aku memutuskan untuk menemui gissel dikelasnya.
Ketika sampai dikelas gissel,aku melihat gissel dan via duduk sebangku,aku lupa bahwa via satu kelas dengan gissel.
Ka vano..”panggil via
Lalu aku melemparkan senyum kepada via
Via berjalan mendekatiku
Ka vano tumben kekelas via,kangen yaa sama viaa,hayo ngaku..”kata via
Ah..eng..engga ko gr kamu vi “kataku
Terus ka vano mau ngapain kesini? “kata via
Ehm..kakak mau ngomong sesuatu sama gissel “kataku
Ihh kakak,ko gissel si,uhh “keluh via
Ehm..kakak Cuma mau bilang kalo nanti pulang bareng,bentar ya vi”kataku lalu langsung meninggalkan via dan mendekati gissel
Hy dek,lagi ngerjain apa? “kataku
Ini ka,tugas matematika nya susah “kata gissel
Sini kakak bantu,oh ya nanti pulang sekolah kita kesungai lagi yuk “kata ku
Boleh boleh “kata gissel antusias
Lalu aku membantu gissel mengerjakan tugas matematika nya.
Ka vano..bantuin via juga donk ka,via ga ngerti caranya “kata via
Sebentar ya satu-satu “kata ku
Ihh ka vano..masa gissel duluan yg diajarin,adek nya sendiri ditelantarin,malah ngurusin orang lain,huh bête “kata via langsung keluar
Eh vi..via tunggu “kataku,aku baru saja ingin mengejar via tetapi gissel menarik tanganku
Ka..jangan tinggalin aku “kata gissel
Aku pun langsung duduk disamping gissel.
Kakak ga akan ninggalin kamu ko dek “kataku
Ajarin lagi “kata gissel
Lalu aku kembali mengajarkan gissel.
Ketika gissel sedang serius mengerjakan tugasnya,aku menatap wajah gissel.wajah gissel sangat mirip denganku,matanya,hidungnya,bibirnya persis denganku.
Ketika pulang sekolah,”Ka vano..via mau pulang bareng kakak,via mau diboncengin sama kakak aja “Kata via
“Aduh gimana ya..ehm..ka vano ga langsung pulang,mau kerumah temen dulu “kataku sedikit gugup
Hufftt..yaudah deh “kata via
Untung saja via percaya “gumam ku
Lalu via langsung pergi,tak lama gissel datang.aku dan gissel pun menuju kesungai.
~VIA EYES
Aku belum yakin kalo ka vano ingin kerumah temennya,belakangan ini sifat ka vano berubah,ka vano seperti lebih sayang sama gissel daripada aku,semenjak kehadiran gissel,aku jadi merasa kehilangan ka vano.
Hari ini bukan mama yang menjemputku melainkan pak surya yang tak lain adalah supir pribadi papa.aku menyuruh pak surya mengikuti ka vano dari belakang.aku melihat ka vano dan gissel kesungai.
Ihhh tuh kan ka vano bohong,katanya mau kerumah temen tapi malah kesungai sama gissel ihh nyebelin nyebelin nyebelinnnn “desahku
Lalu aku langsung menyuruh pak surya memberhentikan mobil,dan aku segera turun dari mobil,dan berjalan mendekati sungai.tapi aku memilih bersembunyi dibalik semak-semak yg berjarak kurang lebih 2 meter dari ka vano dan gissel.
~REVANO EYES
Dek,kakak punya coklat nih buat adek “kataku memberikan sebatang coklat  kepada gissel
Wahh makasihhh ka..kakak tau aja sih kalo gissel tuh suka banget sama coklat “ujarnya langsung membuka bungkus coklat itu dan menikmatinya
Selera ku dan gissel sama,aku juga sangat suka dengan coklat.
Tiba-tiba via datang.
Ka vano..ka vano jahat sama via,ka vano bohongin via..ihhh ka vano nyebelinnn “
kata via sambil memukul-mukul aku
Ihh kamu apa-apaan si,kamu ga boleh mukul-mukul ka vano kaya gitu ihh “kata gissel
Ka vano,kakak kenapa?via salah apa sama kakak?kenapa semenjak ketemu gissel sifat kakak ke via berubah?via kesepian ka..via butuh kakak “ujarnya sambil menangis
Ya tuhan bagaimana ini,aku benar-benar bingung harus berbuat apa,ingin aku memeluk via,tapi bagaimana dengan gissel,siapa sebenarnya adik kandungku??
Via..maafin kakak..via ga salah apa-apa ko sama ka vano,ka vano ga kemana-mana ko,ka vano masih tetap jadi kakak untuk via,udah ya jangan nangis,maafin kakak udah bohongin kamu “kataku memeluk via
Via kangen pelukan ini “ujarnya
Ka vanoo… “kata gissel dengan nada yg lemah karena dia menangis
Aku pun langsung melepas pelukan ku dari via.
kakak juga sayang ko sama adek “kataku
apa?adek?ma..maksud ka vano apa maggil gissel adek?selama ini ka vano ga pernah manggil via dengan sebutan adek “kata via
karena ka vano itu kakak aku bukan kakak kamu “kata gissel
kakak kamu?jelas-jelas ka vano tuh kakak aku “bentak via
stop stop stopppppp…via,gissel udah jangan bertengkar kaya gini,kita lihat aja hasilnya besok “kata ku
hasil apa ka? “kata via
hasil tes DNA kakak sama tante renin dan om umar “kataku
kakak sayang sama kalian berdua,boleh ga kakak peluk kalian berdua? “kataku
boleh dong ka..”Kata gissel dan via langsung memelukku
Ya tuhan,ini adalah pelukan terindah yang pernah aku rasakan,gissel dan via telah melengkapi hidupku,aku ingin terus berada diantara kalian berdua,aku tak ingin pisah dari salah satu dari kalian.aku ingin terus menjaga dan melindungi kalian berdua,kalian berdua adalah separuh dari jiwaku terlebih adik kandungku.
~AKU SAYANG KALIAN BERDUA
REVANO EYES
KEESOKAN HARINYA
Aku sudah tak sabar  ingin melihat hasil tes DNA itu.aku terus berdoa kepada Allah semoga hasil tes DNA itu positive.Aku menunggu tante renin,om umar dan gissel datang.
15 MENIT KEMUDIAN
Tok..tok..tok
Assalamualaikum “kata seseorang mengetuk pintu rumahku
Aku pun langsung membukanya.ternyata itu adalah tante renin,om umar dan gissel
Ketika aku membukanya,gissel,tante renin dan om umar langsung memelukku.
Vano anakku..”kata tante renin
Ka vano adalah kakak kandung gissel “kata gissel
Vano,hasilnya positive nak,kamu adalah anak kita,kamu adalah kakak kandungnya gissel “kata om umar
Alhamdulillah,mama,dek, papa “kata ku memanggil om umar menjadi papa,tante renin menjadi mama dan gissel menjadi adek
Ada apa ini?”Tanya mamaku,ups sekarang dia bukan lagi mamaku.aku akan memanggilnya tante winda.
Winda,ini adalah hasil tes DNA aku dan vano,dan hasilnya positive bahwa vano adalah anakku,jelaskan pada kami semua apa yang terjadi sebenarnya?kalo kamu tidak berani menjelaskan ini semua kita akan panggil polisi “Kata papa ku (umar)
Saya mohon jangan panggil polisi,baik saya akan jelaskan semuanya didalam “kata tante winda
Lalu semuanya masuk kedalam.disana semuanya berkumpul.
Jadi gini 13 tahun yang lalu,ketika kalian berdua melahirkan seorang anak pertama saya dan gunawan iri dengan kalian yang baru menikah 1 tahun tetapi sudah memiliki anak,sedangkan saya yang sudah menikah 3 tahun belum mempunyai anak,akhirnya saya memutuskan untuk membayar dokter kalian sebesar 50 juta,untuk memberikan anak kalian kepada kami,dan dokter itupun bersedia,tetapi 1 tahun kemudian,saya hamil dan bisa mempunyai anak yaitu via “kata tante winda sambil menangis
Umar,renindra kami mohon maafkan kami,kami khilaf,kalo sekarang kalian mau mengambil revano dari kita,kita ikhlas ko,tapi kami mohon jangan laporkan ini ke polisi,saya mohon umar “kata om gunawan bersujud dikaki papa
Sudah yang lalu biarkan lah berlalu,yang penting sekarang sudah terbukti bahwa revano adalah anak kami berdua “kata papa
Kakak..”kata gissel memelukku
Aku pun membalas pelukannya
Jadi selama ini ka vano bukan kakak kandung via?hiks..hiks..jadi ini alasan mama kenapa mama hanya menyayangi via?ka vano..via boleh ga peluk ka vano untuk yang terakhir kalinya? “Kata via sambil menangis
Boleh..”kataku
Akupun langsung berpelukkan dengan via
Kakak ga akan pernah lupain kamu via,walaupun kamu bukan adik kandung kakak,tapi kakak akan tetap sayang sama kamu “bisik ku kepada via
Ayo vano,kita pulang kerumah,sekarang ini bukan rumah kamu lagi,ayo kemaskan semua barang-barang kamu “kata papa
Aku bantu ya ka “kata via dan gissel berbarengan
Aku pun mengemasi semua barang-barangku selama 13 tahun aku tinggal dirumah ini,dikamar ini,begitu banyak kenangan disini,tangis perpisahan pun sudah tak terbendung lagi.
Setelah mengemasi barang-barang aku pun beranjak keluar dari rumah tempat tinggal ku selama 13 tahun itu.
Kini namaku berganti menjadi Revano Ardiansyah Zamora,bukan lagi Revano Prasetya Gunawan.
Ketika didalam mobil,”Kak,kakak gissel panggil ka rere mau ga?”kata gissel
“Mauuu bangettttt…kamu kakak panggil  icel ya haha “kataku
Iya deh haha “kata gissel
Selama diperjalanan aku dan adikku bercanda gurau,mama dan papaku hanya tersenyum melihat kami bercanda.tak terasa sudah sampai,aku pun turun dari mobil.aku  mulai berjalan memasuki rumah baruku ini.gissel mengajakku kekamar ku yg baru.kamar yang cukup bagus untukku,aku suka kamar ini,ini semua seperti mimpi,aku bisa berada ditengah-tengah keluarga bahagia ini.aku mulai membereskan barang-barangku dikamarku yg baru ini.aku membuka isi koperku,aku melihat bingkai fotoku dan via.aku pun mengambil bingkai foto itu,sejenak aku mengingat semua kenanganku bersama via,tak terasa air mataku jatuh.entah bagaimana perasaan via sekarang,mungkin hatinya sangat hancur ketika tau bahwa aku bukanlah kakaknya,tapi memang ini kenyataannya,walaupun begitu,tapi aku akan tetap menganggap via sebagai adikku,aku akan mencoba adil kepada kedua adikku.aku sayang kalian berdua.
JEGREKKKK…”ka rere lagi apa?” kata gissel yang masuk kekamarku
Aku pun tersontak kaget,aku langsung mengusap air mataku
Eh icel,kakak lagi beres-beresin barang kakak “jawabku
Icel bantu ya ka J “ucapnya
Akupun membalasnya dengan senyuman,aku masih menggenggam bingkai foto itu.
“Ka,itu foto siapa? “Tanya gissel
“Fo..foto..ehmm….”
Aku gugup menjawabnya,aku takut gissel merasa marah dan kecewa karena aku masih menganggap via sebagai adikku
“Ka rere ko gugup gitu?coba sini icel liat”
Gissel mengambil bingkai foto itu dari tanganku.
“ini ka rere sama via?haha lucu fotonya J
“Ka..kamu ga marah cel?”tanyaku
“Buat apa icel marah?icel bisa ko ngertiin ka rere,ka rere boleh ko anggap via sebagai adik kakak juga,tapiii…tetep icel ya yg paling kakak sayang hehe..”kata gissel
“Hahaha..dasar icel elek,udah yuk bantuin kakak beres-beres” ucapku sembari mengacak-acak rambut gissel
Ok ka! “jawab gissel
Aku pun melanjutkan membereskan barang-barangku,mulai dari memasukkan baju-bajuku kedalam lemari,sampai merapikan buku-buku ku dimeja belajar.setelah semuanya selesai,aku bersama keluargaku  menikmati lunch bersama.
~VIA EYES
Aku berharap ini semua hanya mimpi burukku,tapi aku sadar bahwa ini semua adalah  kenyataan yang harus aku terima,ka vano bukan lah kakaku.aaahhhhh tidakkkkkk…kenapa ini semua harus terjadi kepadaku??kenapa tuhan??aku ingin semuanya kembali seperti dulu..hiks..hiks..,aku terus menangis.mama dan papaku pun memelukku.
“sudahlah via,jangan  nangisin vano terus” kata mamaku
“gimana via ga nangis ma?mama ga tau perasaan via saat ini,mama tuh ga bisa ngertiin via,selama 12 tahun ka vano menjadi kakak via,tapi ternyata ka vano bukanlah  kakak kandung via,hati via sakitttt ma..mama sama papa jahattttttt…!!!” ucapku,lalu aku langsung berlari masuk kamarku dan mengunci pintu kamarku.aku mengambil bingkai fotoku dan ka vano yang terpajang dimeja belajarku.aku terus menatap foto itu sambil menangis.
“Ka vanoo..kakak lagi apa sekarang?gissel beruntung banget ya ka,bisa punya kakak kaya ka vano,sekarang via sendirian ka..ga ada lagi yang bisa ngelindungin via seperti ka vano ngelindungin via selama ini,ga ada lagi yang bisa membuat via tertawa terbahak-bahak karena kelitikan dan ga ada lagi yang nyanyiin lagu buat via saat via mau  tidur,semuanya telah  hilang dari hidup via “seketika tangisku pecah
Tiba-tiba kepalaku terasa sakit,semua benda-benda menjadi terlihat terbalik,dan semuanya pun seketika berubah menjadi gelap.tak lama semuanya menjadi terang kembali.aku berada di sebuah taman bermain,dan sekarang aku sedang bermain jungkat-jungkit bersama ka vano,tiba-tiba gissel datang dan meminta ka vano untuk menemaninya bermain ayunan,ka vano pun  pergi meninggalkanku.”ka vanoo..jangan  tinggalin via ka,temenin via aja,ka vanoo..ka vanooo..ka vanooo…” panggilku berkali-kali
Lalu aku pun tersadar dan sekarang aku bingung aku ada dimana,aku melihat disampingku papa dan mamaku sedang menangis.
“pa..ma..via ada dimana?ka vano mana??”tanyaku dengan suara yang lemah
“kamu ada dirumah sakit sayang,kemarin papa sama mama melihat kamu pingsan dikamar”jawab mamaku
“via..kamu  harus ikhlaskan ka vano,dia bukan kakak kamu sayang,via harus bisa menerima semua kenyataan  ini” kata papaku
“Via ingin ketemu sama ka vano ma,anterin via kerumah tante renin sekarang”kataku
Aku langsung mencabut infusanku,dan beranjak dari tempat tidur.
“tapi via.. kamu masih sakit sayang” kata mamaku
“via ga peduli ma,kalo papa sama mama ga mau nganterin via,via bisa ko kerumah tante renin sendiri” jawabku kukuh
“via tunggu sayang,baik papa sama mama akan mengantar kamu kesana”kata papaku
Lalu papa dan mamaku membantuku berjalan  menuju mobil,sesampainya dirumah tante renin,aku pun langsung turun dari mobil.
Assalamualaikum”kataku smabil terus mengetuk pintu rumah tante renin
Walaikumsalam,eh via,ada apa kesini? “kata tante renin
Ada ka vano nya tante? “kataku
“Oh ada,sebentar tante panggilin,Vanoo..ini ada via” kata tante renin
Tak lama ka vano pun datang,Akupun langsung memeluk ka vano
“Ka vano…via ga bisa hidup tanpa kakak,ka vano please…kembali kerumah ya ka..”tangisku
“Maaf ,Kakak ga bisa via,itu bukan rumah kakak,via ga boleh nangis,ka vano akan tetap jadi kakak nya via ko” jawab ka vano sambil membelai rambutku lalu melepaskan pelukanku
“Lho Baju kamu ko kaya baju  rumah sakit ya?”Tanya ka vano
“Iya vano,sebenarnya via sedang dirawat dirumah sakit karena kemarin dia pingsan,dan sekarang kondisinya juga belum stabil,saat dia pingsan dia terus memanggil-manggil nama kamu,dan ketika dia sadar,dia langsung memaksa om dan tante untuk mengantarkannya kesini” kata papaku
“Astagfirullah via..kamu ga boleh gitu,kamu ga boleh nyiksa diri kamu kaya gini,kakak ga mau adik kakak sakit” kata ka vano
“Tapi via ga mau kehilangan ka vano” jawabku
“Ka vano ga hilang ko,ka vano masih ada disini sama via,ka vano masih tetep jadi kakak via,sekarang via kembali kerumah sakit ya..”
“Ga mau..via mau disini aja sama ka vano!!”
“via ga boleh gitu,ka vano sama gissel anterin mau?”
Akupun tak bisa menolak bujukan itu,aku lalu mengangguk.akupun kembali kerumah sakit ditemani oleh ka vano dan gissel.ketika sampai dirumah sakit,akupun  masuk kekamar inap ku .
“vano,tante sama om mau  ngomong sebentar sama kamu diluar” kata mamaku kepada ka vano
“baik tante” jawab ka vano
Lalu ka vano keluar bersama kedua orang tuaku.
“Via,cepet sembuh ya,aku rela ko kalo ka rere itu jadi kakak kamu juga” kata gissel
“ka rere?siapa ka rere?” tanyaku
“oh maaf,ehm..aku manggil ka vano sekarang ka rere J” jawab gissel
“ohh gitu,iya makasih ya gissel, kamu emang sahabat aku yang paling baik J” kataku
aku tak menyangka gissel sebaik itu,waktu ka vano jadi kakak aku aja,aku ga pernah rela kalo ka vano menganggap gissel adiknya.mama sama papa ngomong apa ya sama ka vano?kayanya ko penting banget?jadi penasaran “kataku dalam  hati
tak lama ka vano dan kedua orang tuaku masuk kembali.
Ka vano tadi ngomongin apaan si sama papa & mama? “tanyaku
“Bukan apa-apa ko,kamu cepet sembuh ya,nanti kalo udah sembuh ka vano mau kasih sesuatu buat kamu”
“Apa ka?via pasti cepet sembuh ko ka,paling ini Cuma kecapean aja”kataku
“ada deh..yaudah istirahat yang banyak ya,udah sore nih,ka vano sama gissel pulang dulu ya,besok insya allah  ka vano sama gissel kesini lagi,om tante saya sama gissel pulang dulu ya,assalamualaikum” kata ka vano
“Walaikumsalam” jawabku dan orang tuaku
~REVANO EYES
Aku berjalan menelusuri lorong-lorong rumah sakit bersama gissel.
“ka,tadi tante winda sama om gunawan ngomong apa si sama ka rere?”Tanya gissel
“Ehmm..ta..tapi kalo ka rere kasih tau,icel harus janji sama kakak ga akan kasih tau  kesiapa-siapa apalagi via” kataku
“ok!icel janji” kata gissel
“vi..via mengidap penyakit jantung cel,sebenarnya via mengidap penyakit jantung sudah sejak dulu,sekarang penyakit jantung yang dideritanya semakin kronis,ehm kata tante winda dan om gunawan mereka sedang mencari pendonor jantung untuk via,tapi..mereka ga tau apakah mereka akan menemukannya atau engga,dokter memvonis umur via hanya tinggal  1 bulan lagi,dan tante winda dan om gunawan meminta ka rere untuk terus membahagiakan via disisa hidup via ini” kataku
Tiba-tiba gissel menghentikan langkahnya,ia mnatapku,dan langsung memelukku
“kasian via..ka,icel rela ko kalo kakak ngasih kasih sayang kakak sepenuhnya kepada via,icel rela ka,icel sayang sama via ka,dia sahabat icel ka..” kata gissel menangis
“engga cel,maaf  ka rere ga bisa ngelakuin itu,biar bagaimanapun kamu adik kakak,ka rere ga bisa ngasih kasih sayang ka rere sepenuhnya ke via,ka rere akan adil,ka rere janji,ka rere akan membahagiakan  icel dan via selama ka rere masih bernafas” ucapku membelai rambut gissel
Gissel pun melepaskan pelukannya
“Icel bangga punya kakak kaya ka rere” ucapnya
“bisa aja kamu cel,udah yuk kita jalan lagi” jawabku
Aku dan gissel pun kembali melangkahkan kaki kami keluar dari rumah sakit,aku dan gissel memutuskan untuk naik taxi menuju  rumah.keesokkannya,aku dan gissel menjenguk via dirumah sakit setelah pulang sekolah.ternyata via sudah boleh pulang hari ini.
“Ma..pa..via mau main sama ka vano dan gissel” ucap via kepada tante winda & om gunawan
“ya sudah tapi jangan sampai kecapean  ya,nanti sore mama jemput ke rumah tante renin,vano tante sama om titip via ya” kata tante winda
“ok deh tante” kataku
Tante winda dan om gunawan pun masuk kemobil.
“ka,via dibonceng sama ka vano ya..” ucapnya memohon
“iya..yuk naik!” jawabku yang sejak tadi sudah nangkring disepeda bersama gissel.
Aku mengajak via dan gissel ke sungai.seperti biasa,aku mengajak via dan gissel duduk dibatu paling besar disungai.
“ka vano,kan via udah sembuh,ka vano katanya mau ngasih sesuatu buat via??”kata via
“ehmm…kata siapa via udah sembuh?via belum sembuh,kata dokter aja via harus banyak istirahat,berarti kan via belum sembuh,ya kan?hahaha” kataku
“ihhh ka vano resee..uhh” kata via
Via memang belum sembuh,penyakit jantung via belum sembuh,rencananya bila nanti via sembuh aku akan memberikan suatu hadiah untuk via,aku ingin via tetap semangat melawan penyakit jantungnya.astagfirullah aku baru sadar kalo dari tadi aku hanya berbicara kepada via.aku pun turun dari batu itu,gissel dan via menatapku aneh.lalu secara tiba-tiba aku mencipratkan air ke mereka.spontan mereka kaget dan langsung turun lalu membalas mencipratkan air kepadaku.aku melihat senyuman dan tawa mereka terpancar diwajah mereka,betapa senangnya aku saat ini melihat kedua adikku bisa tersenyum dan tertawa lepas bersamaku.
“hey,kita main laying-layang yuk dilapangan sana,tuh banyak anak-anak yang lagi main layang-layang” kataku
“boleh boleh ka,ayo ka!”kata gissel
“yuk ka!” sambung via
Sampai ditanah lapang,aku melihat ada yang berdagang layangan,dengan sigap aku pun membeli 3 layangan dan 3 benang kenun untukku ,gissel dan via.lalu aku,gissel,dan via pun berlomba layangan,ketika sedang bermain layang,aku mendengar azan azhar berkumandang,aku pun mengajak gissel dan via untuk shalat dimasjid yang ada didekat lapangan.kamipun shalat berjamaah.ketika selesai shalat,kami bergegas untuk pulang.ketika diperjalanan,tiba-tiba ada anak-anak kecil yang sedang bermain pistol-pistolan,tiba-tiba gissel menjerit ternyata peluru dari salah satu anak kecil itu mengenai mata gissel
“AAAAAAA….Ka rere…mata gissel sakittt…aaaaa sakitttttt” tangis gissel
Aku kaget melihat mata gissel yang berlumuran darah,anak-anak kecil itu kabur,aku langsung meminta pertolongan,tak lama orang-orang pun datang mendekatiku,lalu dengan bantuan mereka,gissel dibawa kerumah sakit.aku menyuruh via untuk menemani gissel sedangkan aku akan mengabari papa dan mama dirumah.dengan sekuat tenaga aku mengayuh sepedaku.ketika sampai dirumah,aku langsung menceritakan kejadian tadi kepada papa dan  mamaku,kamipun langsung menyusul gissel kerumah sakit.Sampai dirumah sakit,aku melihat via sedang menangis di kursi tunggu yang ada di depan ruang UGD.
“via gimana keadaan gissel?” Tanya mamaku
“via ga tau tante..gissel masih ditangani oleh dokter” kata via sambil terus menangis
“mama sebaiknya tenangin diri mama dulu,kita sama-sama berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan gissel” kata papaku
Tak lama pria memakai jas putih yang tak lain adalah dokter keluar dari ruang UGD
“dok bagaimana keadaan anak saya?” kata papa
“sangat disesali,anak bapak mengalami kebutaan akibat peluru yang masuk ke mata anak bapak,satu-satunya cara untuk menyembuhkan anak bapak adalah dengan donor kornea,tetapi sangat jarang orang yang mau mendonorkan kornea nya” ucap dokter itu
“Ya Allah gissel,kenapa ini semua harus terjadi pada kamu” gumam papaku sambil menangis
“boleh kita masuk?”Tanya via
“silahkan” jawab dokter itu
Lalu aku,via,mama,dan papaku masuk keruang UGD itu.kami melihat gissel masih terbaring lemah dengan mata diperban.
“icel maafin ka rere..” kataku  memegang tangan gissel
“ka rere minta maaf buat apa?ka..ko disini gelap si,mata icel kenapa ka?” kata gissel
“maafin ka rere,ka rere ga bisa menjaga kamu dengan baik,mata kamu…ehmmm kamu mengalami kebutaan dek” kataku
“a..apa??buta??engga..enggaaa…ga mungkiiiiinnnnnn..!!!”gissel histeris
“gissel..gissel kamu harus kuat sayang,papa janji akan mencarikan donor untuk kamu,ini hanya sementara,kamu harus kuat sayang..”kata papaku merangkul gissel
Aku tak kuat melihat gissel menangis,aku memutuskan untuk keluar.aku duduk dikursi tunggu  yang ada didepan UGD,aku menutup mukaku dengan kedua tanganku.Kakak macam apa aku?aku tidak bisa melindungi adik kandungku sendiri,Arghhhhh!!!! “desahku”
“ini semua bukan  salah  kamu vano,ini murni kecelakaan” kata seseorang
Aku membuka tanganku,ternyata itu adalah  mamaku,aku langsung memeluknya,dan  menangis dipelukannya.
“ka vano,gissel manggil kakak..” kata via
Lalu aku kembali masuk keruang UGD untuk menemui gissel.
“ka rere..”panggilnya
“iya?ka rere disini cel” jawabku
“ka rere..jangan pernah tinggalin icel ya ka,sekarang  icel udah ga bisa ngeliat lagi,icel mau ka rere selalu ada disamping icel buat nemenin icel” kata gissel sambil memegang erat tanganku
“iya..ka icel akan selalu ada disamping icel selama ka rere masih bernafas” jawabku sambil membelai rambut gissel dan mengecup keningnya
“ka vano,via juga ingin ka vano selalu disamping via,via butuh ka vano..” kata via yang tiba-tiba saja memegang tanganku
“ka vano sayang kalian berdua,ka vano janji akan selalu ada untuk kalian berdua selama ka vano masih bernafas,ka vano janji akan menjaga kalian berdua,ka vano juga janji akan selalu membuat kalian tersenyum sampai titik darah penghabisan” kataku sambil memeluk kedua adikku yaitu gissel dan via,mereka pun  membalasnya dengan senyuman.
Ya tuhan aku ingin mereka hidup bahagia tanpa penyakit ditubuh  mereka,aku ingin mereka hidup normal,aku rela menjadi donor untuk mereka berdua :’( “ucapku dalam hati”
“ka,kata mama sore ini mama akan jemput via kerumah kakak,pasti sekarang mama udah nungguin,via harus kesana ka” kata via
“ok ka vano anter,icel kakak anterin via dulu ya,nanti kakak kesini lagi” kataku
“iya ka,hati-hati ya ka” jawabnya
Lalu aku mengantar via kerumahku menggunakan sepeda gissel yang tadi digunakan oleh via ketika menemani gissel kerumah sakit ini.sesampai nya aku dirumahku,benar saja,ternyata tante winda sudah menunggu sejak tadi.via menceritakan semuany a kepada tante winda,beliau pun tersontak kaget,tadinya tante winda mau menjenguk gissel,tapi aku mencegahnya,karena sepertinya via sudah  kelelahan,aku takut penyakit via kambuh  lagi.setelah via dan tante winda pulang,aku langsung bergegas kembali kerumah sakit.ternyata gissel sudah dipindahkan keruang inap.lalu aku berjalan menuju kesana.aku mendengar azan maghrib berkumandang,aku mengajak ayah & mama ku untuk shalat berjamaah,tiba-tiba saja gissel berkata bahwa dia ingin ikut shalat juga,lalu papaku memutuskan untuk shalat berjamaah diruang inap gissel.selesai shalat kami semua berdoa untuk kesembuhan gissel,kami berharap ada orang yang berhati mulia yang mau mendonorkan kornea matanya untuk gissel.setelah shalat aku  memutuskan untuk meminta izin kepada papa dan mama agar aku boleh mendonorkan kornea mataku dan jantungku untuk gissel dan via.tapi tentunya diluar ruang inap gissel.aku,papa,dan mama duduk di kursi tunggu yang letaknya cukup jauh dari ruang inap gissel.
“kamu mau ngomong apa vano?” Tanya papa
“ehm..pa..ma..vano mau mendonorkan kornea vano untuk gissel dan jantung vano untuk via” kataku
“APAA????” jawab mama dan papaku kaget mendengar perkataanku
“vano mohon sama mama sama papa,izininin vano ma..pa..vano ingin melihat gissel dan via hidup bahagia tanpa penyakit ditubuh mereka,vano mohon  pa..ma..” kataku bersujud dikaki mama dan papaku
“vano bangun nak,papa sama mama tau kamu sangat sayang sama gissel dan via,tapi apa kamu fikir gissel dan via tidak akan sedih bila mereka harus kehilangan kakak tersayangnya?” kata mamaku
“vano,kamu tidak boleh melakukan itu,papa sama mama sama sekali tidak setuju,papa sama mama yakin,kita pasti bisa menemukan orang yang mau mendonorkan kornea matanya” kata papaku
“tapi kapan pa?kapannnn???vano ga kuat melihat mereka hidup dengan penyakit itu,vano yakin mereka pasti bisa ko hidup tanpa vano,kalo mama sama papa ga ngizinin vano,ga masalah ko buat vano,vano akan tetap ngelakuin itu!!” ucapku
“vano jangan vanoo…kami sudah kehilangan kamu  selama 13 tahun,kami tidak kuat vano apabila kami harus kehilangan kamu lagi untuk selama-lamanya,mama mohon jangan lakuin itu” kata mama ku sambil terus menangis dan memegang tanganku
Aku tidak tega melihat mamaku terus menangis karena takut kehilanganku,aku memutuskan untuk mendonorkan nya secara diam-diam .
“yaudah mama jangan nangis ya,vano ga mau liat mama nangis,papa juga jangan sedih ya..”kataku
“tapi kamu harus janji ga akan ngelakuin itu?”kata papaku
Aku hanya terdiam  tanpa jawaban.
“vano..ayo jawab..”kata papa
“sudahlah pa,mama yakin vano tidak akan mengecewakan kita,ayo kita kekembali keruang inap lagi,kasian gissel kalo kita tinggal dia terlalu lama” kata mama
Lalu kami pun kembali keruangan gissel.ketika papa,mama dan gissel sedang tertidur pulas,aku memutuskan untuk keruang dokter herlina,dia adalah dokter spesialis jantung dirumah sakit ini,transpusi yang pertama kali harus aku lakukan adalah transpusi jantung,karena transpusi kornea mata hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah meninggal.kebetulan dokter herlina belum pulang.aku pun mulai bicara kepadanya.
“dok,saya ingin mendonorkan jantung saya” kataku
“apa?mendonorkan jantungmu?kamu yakin?” jawabnya terlihat kaget
“yakin dok” kataku
“tetapi adik ini belum terlalu dewasa,saya yakin adik masih mempunyai banyak mimpi yang bisa adik raih,kenapa adik memutuskan untuk mendonorkan jantung adik?memangnya adik ingin mendonorkan jantung adik kepada siapa?”tanyanya
“kepada via adik saya,dia menderita penyakit jantung yang sudah kronis dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan  hidupnya adalah dengan donor jantung,saya rela dok memberikan jantung saya untuknya,saya mohon dok,izinkan saya untuk mendonorkan jantung saya” kataku
“baiklah,tetapi besok bawa adikmu kesini,saya mau  memeriksa kondisinya,dan sekarang saya ingin memeriksa kamu  terlebih dahulu,ayo berbaring disana disana” ucapnya
Aku pun mengikuti perintah dokter herlina,setelah diperiksa,ternyata jantungku sehat dan dokter herlina mengizinkan aku untuk mendonorkan jantungku untuk via.
“dok,tapi dokter janji ya ga akan member tahu kesiapa pun kalo saya yang mendonorkan jantung untuk via”kataku\
“tenang saja,saya tidak akan member tahu kesiapapun”jawab dokter herlina
“terima kasih dok,saya permisi keluar ya dok” kataku
“iya silahkan” jawabnya dengan tersenyum kepadaku
dengan perasaan gembira aku pun bergegas kembali keruang inap gissel.ketika memasuki ruang inap gissel,tiba-tiba papa menanyakakanku dari mana,dengan sedikit gugup aku menjawabnya bahwa tadi perutku secara tiba-tiba lapar dan aku mencari makanan keluar,untungnya saja papa percaya dengan kata-kataku.keesokan harinya,aku kerumah via dan memberi tahu tante winda bahwa dirumah sakit tempat gissel dirawat ada donor jantung untuk via,lalu aku,via,tante winda,dan om gunawan menuju kerumah sakit tempat gissel dirawat.aku mengantar keluarga om gunawan ketempat dokter herlina.ketika sampai diruangan dokter herlina,dokter herlina tersenyum melihat kami.
“adik ini yang bernama via ya?”tanyanya
“iya dokter” jawab via
“ok silahkan berbaring disana,saya akan  mengecek kondisi kamu” kata dokter herlina
“ma,emangnya via sakit apa sih?perasaan via sehat-sehat aja ko” kata via kepada tante winda
“ka..kamu mengidap penyakit jantung saynag,dan saat ini penyakit jantung kamu sudah sangat kronis,satu-satunya cara untuk menyembuhkan kamu adalah dengan donor jantung,nah saat ini sudah ada orang yang mau mendonorkan jantungnya untuk kamu,maafin mama sayang,mama baru member tau kamu tentang penyakit kamu sekarang” kata tante winda
“a..apa?penyakit jantung?”kata via
“kamu tenang aja dek,kan udah ada donornya,sekarang kamu tiduran disana,dokter herlina mau ngecek kondisi kamu” kata ku
“ibu,bapak,dan kakak silahkan keluar dulu ya” kata dokter herlina
“baik dok”jawab kami
Aku pun keluar dari ruangan dokter herlina,aku memutuskan untuk mencari  ruangan dokter spesialis mata,ternyata ruangan nya tidak jauh dari ruangan dokter spesialis jantung.akupun  segera masuk keruangan itu.disana tampak seorang pria berjas putih sedang menulis sesuatu.
“selamat siang dok” kataku
“siang adek,silahkan duduk” kata dokter yang bernama dokter fahmi itu
“saya ingin mendonorkan kornea mata saya kepada adik saya yang bernama gissel dok” kataku
“ehm..maaf adek,donor  kornea mata hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah meninggal” katanya
“saya tau dok,saya akan mendonorkan kornea mata saya setelah saya meninggal,karena selain mendonorkan kornea mata saya,saya juga mendonorkan jantung saya dok,jadi dokter bisa ambil kornea mata saya setelah jantung saya selesai didonorkan” kataku
“MasyaAllah,hati adek ini sangat mulia,kalo boleh saya tau,kepada siapa adek mendonorkan jantung adek?” tanyanya
“kepada adik saya juga dok,saya mempunyai dua adik namanya gissel dan via,gissel mengalami kebutaan akibat terkena peluru dari pistol mainan anak-anak ketika kami sedang melewati anak-anak yang sedang bermain pistol-pistolan,sedangkan via,dia mengidap penyakit jantung yang sudah kronis,dan dia harus segera mendapatkan donor jantung secepatnya,saya ingin melihat kedua adik saya hidup bahagia tanpa penyakit ditubuhnya” kataku sambil menangis
“baiklah adek,saya akan coba mengabulkan permintaan adek,sekarang saya ingin mengecek kondisi tubuh dan mata adek,silahkan berbaring disana” kata dokter
Setelah mengecek kondisi tubuh dan mataku,dokter fahmi mengizinkan aku untuk mendonorkan kornea mataku karena kondisi tubuhku sehat begitupun mataku.
“dok,tapi saya minta tolong sama dokter,jangan beri tau siapa-siapa bahwa saya yang mendonorkan kornea mata untuk gissel,saya mohon dok” kataku
“baiklah saya tidak akan merahasiakan tentang siapa pendonor kornea untuk gissel,kalo bisa bawa adikmu kesini secepatnya,saya akan mengecek kondisi matanya” kata dokter
akupun  mengangguk lalu berterima kasih kepada dokter fahmi.aku bergegas kembali keruang spesialis jantung,disana tampak tante winda,om gunawan dan via sedang berbincang-bincang dengan dokter herlina,akupun mendekati mereka
“jadi bagaimana dok,kapan via bisa melakukan transpusi jantung?”tanyaku
“via akan melakukan transpusi jantung 3 hari lagi,karena saya harus mempersiapkan banyak hal untuk melakukan transpusi jantung ini”jawab dokter herlina
“ohh gitu,eh mom,tante vano permisi keluar dulu ya”kataku
Sebenarnya aku merasa tidak enak hati,karena baru saja aku masuk masa mau langsung keluar lagi,tapi apa boleh buat,aku harus segera kembali kekamar inap gissel.
“ka vano mau kemana?”Tanya via
“ehm ka vano mau kekamar inap gissel dulu”kataku
“ohh gitu,yaudah deh”jawabnya
“permisi semuanya” kataku
Sepertinya masih banyak yang ingin ddijelaskan oleh dokter herlina kepada keluarga om gunawan.waktu aku untuk bersama gissel dan via hanya tinggal 3 hari lagi.aku janji akan menggunakan ke 3 hari itu untuk membuat gissel dan via tersenyum setiap saat.aku kembali kekamar inap gissel.sampai diambang pintu kamar inap gissel,aku mendengar gissel berbicara bahwa dia ga mau makan.aku pun masuk,dan benar saja mamaku sedang membujuk gissel untuk makan.
“sini ma,biar vano aja yang suapin gissel”kataku
Lalu mamaku memberikan semangkuk bubur kepadaku.
“icel,makan dulu nih,ka rere punya kabar  gembira buat  icel” kataku
“apa ka?apa?”kata gissel dengan nada yang benar-benar mencerminkan bahwa ia sangat penasaran
“ga mau ngasih tau ah kalo icelnya ga mau  makan” kataku dengan sedikit mendangakkan daguku menyerong kekiri atas dan  melirik keatas
“icel mau makan  ko ka,a’..a’..”katanya sambil membuka mulutnya
Lalu aku tersenyum,dan menyendok bubur lalu memasukkannya kemulut imut adikku itu,ternyata trikku ini berhasil membuat adikku memakan bubur itu dengan lahap,setelah selesai makan..”jadi kabar gembiranya apa ka?” Tanya gissel kembali penasaran
“udah ada donor mata untuk kamu” kataku
“apa?kamu serius vano?”kata mamaku yang mendengar perkataanku lalu langsung mendekat kearahku
“ka rere seriuss???”timpal gissel
“yaiyalah vano serius ma,masa bercanda, ka rere serius cel” kataku 
“Alhamdulillah ya Allah,terima kasih engkau sudah menjawab doa kami,ngomong-ngomong kamu tau dari mana vano?” Tanya mamaku
“tadi vano keruang dokter fahmi,dia dokter spesialis mata disini ma,kata dokter fahmi ada orang yang mau mendonorkan matanya untuk gissel” jelasku
“ok mama mau keruangan dokter fahmi dulu ya,kamu jagain gissel ya vano” kata mamaku dengan menepuk pundakku
“ehm ma,sekalian bawa gisselnya,kata dokter fahmi beliau ingin mengecek kondisi mata gissel sebelum melakukan transpusi kornea mata” kataku
“ohh gitu,yasudah bantu mama membawa adikmu ini”kata mamaku
“gisselnya biar vano gendong aja ma J”kataku
Lalu mamaku tersenyum kepadaku,akupun langsung menyuruh gissel naik kepundakku,lalu aku dan mamaku serta gissel berjalan menuju ruangan dokter fahmi.ketika sampai diruangan dokter herlina yang tak lain adalah dokter spesialis jantung,aku melihat keluarga om gunawan baru saja keluar dari ruangan itu dan sedang berbincang-bincang oleh dokter herlina diambang pintu.via menengok kearahku.dan langsung mendekatiku
“ka vano mau kemana?” tanyanya
“mau nganterin gissel keruangan dokter fahmi,dia dokter spesialis mata disini,kata beliau ada orang yang mau mendonorkan kornea matanya kepada gissel. J “jawabku
“wahhh senangnya..gissel kita sama dong,aku baru saja diberi tau oleh ka vano bahwa ada orang yang mau mendonorkan jantung untukku” kata via
Aku melihat kearah mamaku,sepertinya mamaku mulai curiga,ya tuhan tolong aku,hilangkan rasa curiga dibenak mamaku itu,jangan sampai dia tau bahwa orang yang mendonorkan kornea mata dan jantung untuk gissel dan via adalah aku.
“iya ka vano juga ga abis fikir kenapa bisa kebetulan gini hehe..”jawabku mencoba menyembunyikan semuanya
“yasudah kalau begitu tante,vano sama gissel mau keruangan dokter fahmi dulu ya sayang” kata mamaku membelai rambut via
“iya tante.. J”jawab via
aku,dan mamaku melanjutkan langkah kaki kami.ketika sampai diruangan dokter fahmi,aku,gissel dan mamaku disuruh menunggu dikursi tunggu diluar oleh suster karena dokter fahmi sedang menangani pasien.
“ka,turunin icel,badan  icel kan berat,emang ka rere ga pegel apa?”kata gissel
“engga,tapi kalo emang kamu maunya ka rere turunin yaudah apa boleh buat”kataku berbohong,padahal sejak tadi punggungku seperti mau patah rasanya,tapi demi adikku aku rela ngelakuinnya.
tak lama pasien itu keluar dari ruangan dokter fahmi,kami pun bergegas masuk.
“Selamat siang” ucap dokter fahmi dengan melontarkan senyum dibibirnya
“siang dokter” jawab kami
“silahkan duduk”ucapnya
Aku lalu membimbing gissel untuk duduk dikursi yang disediakan,karena hanya dua kursi yang disediakan,aku terpaksa harus berdiri J
“dok apa benar ada orang yang mau mendonorkan kornea matanya untuk gissel anak saya?” kata mamaku
“iya benar bu,orang itu benar-benar berhati mulia,sekarang saya ingin mengecek kondisi mata gissel,silahkan gissel kamu berbaring disana”kata dokter fahmi
Lalu aku dan mamaku membimbing gissel untuk berbaring ditempat tidur,setelah selesai diperiksa,dokter fahmi membicarakan tentang hasil pemeriksaannya.lalu mamaku menanyakan kapan akan dilakukan transpusi kornea mata pada gissel dan dokter fahmi menjawab 3 hari lagi,jawaban dokter fahmi membuatku sempat kaget,tetapi aku baru sadar,pasti tadi dia sudah berkonsultasi dengan dokter herlina.
“ka rere, icel ga sabar nih  pengen cepat-cepat bisa ngeliat lagi,icel udah bosen ngeliat kegelapan terus”ucap gissel
“iya sabar ya dek,3 hari lagi penglihatan kamu akan kembali pulih” jawabku
“yasudah dok,terima kasih,kami permisi keluar”kata mamaku
“oh iya silahkan” jawabnya
Aku,mama dan gissel pun keluar dari ruangan dokter.

***
REVANO EYES
Vano membuka matanya,ternyata vano tertidur disofa kamar inap gissel,vano melihat jam dinding yang ada diruangan,waktu menunjukkan pukul 05.00
“belum terlambat untuk shalat subuh” gumamnya
Lalu vano beranjak dari sofa,dan keluar untuk mencari mushala atau masjid yang ada dirumah sakit ini.ketika melewati kamar inap via,vano menghentikan langkahnya.dan mendekati pintu kamar inap via.ia melihat dari kaca pintunya,terlihat via masih tertidur pulas ditemani tante winda dan om gunawan yang ada disamping kanan kirinya.
“2 bidadariku sedang tertidur pulas,semoga mimpi mereka berdua indah,aku rela mengorbankan nyawaku demi kalian adikku,tak lama lagi,kalian berdua akan sembuh” ucap vano dengan tersenyum
Lalu vano melanjutkan langkah kakinya.akhirnya vano pun menemukan mushala.lalu vano masuk kemushala itu,tidak ada siapapun didalam mushala itu,vano pun mengambil air wudhu,lalu menunaikan shalat subuh.selesai shalat,vano mengangkat kedua tangannya.terbayang  dikepalanya kedua wajah adik  tersayangnya itu yaitu gissel dan via.
“Ya Allah,berikanlah kebahagiaan kepada kedua adikku,jagalah mereka berdua,jika nanti sudah saatnya aku  kembali kepadamu,aku mohon ya Allah,berikanlah mereka kekuatan untuk menerima semuanya” doa vano dengan meneteskan air mata.lalu vano kembali bersujud.setelah itu ia berdiri dan keluar dari mushala,ini adalah H-2 dia akan meninggalkan kedua adiknya itu.vano memutuskan untuk keluar dari rumah sakit,ia melihat jam tangan yang dipakainya,waktu menunjukkan pukul 05.45
“aku beliin sarapan ah buat gissel sama via,ehmm tapi beli apa ya??”ucap vano sambil celingak-celinguk.vano pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya,ia melihat pedangan roti bakar yang sudah buka.sebuah ingatan muncul diotaknya,via sangat sarapan roti bakar selai kacang,sedangkan gissel,ia juga menyukai roti bakar dengan  rasa coklat.lalu vano mendekati pedagang roti bakar itu,dan memesan 2 porsi roti bakar,satu dengan selai kacang dan satu lagi rasa coklat.setelah membeli dua porsi roti bakar,vano pun kembali kerumah sakit dimana gissel dan via dirawat.vano menuju kamar inap via.lalu mengetuk pintu kamar inap via
“masuk” ucap seseorang dari dalam
Vano melihat seorang suster yang baru saja mengantarkan sarapan kepada via,lalu suster itu keluar.
“ka vano..”panggil via
“halloo cantikk,haha..ka vano bawain sarapan lho buat via,sarapan kesukaan  kamu lho” ucap vano
“sarapan apa ka?roti bakar ya?” jawab via dengan gembira
Vano pun mengangguk pasti,lalu mendekati via.tante inda dan om gunawan pun mempersilahkan vano untuk duduk disamping via.lalu vano membuka box roti selai kacang yang dibawanya.
“wahh selai kacang ya ka?”kata via lalu langsung mengambilnya dari tangan vano,dan  memakannya dengan lahap
Vano membelai rambut via “cepet sembuh ya dek,ehm ka vano,mau kekamar gissel dulu ya,nnti ka vano kesini lagi ok! Diabisin ya roti bakarnya” kata vano
“ok deh ka!” ucap via sambil terus menguyah roti bakar favoritnya itu
Vano pun keluar dari kamar inap via,dan berlari menuju kamar inap gissel.sampai diambang pintu kamar inap gissel,vano mendengar sesuatu
“gissel,makan ya sayang..”
“ga mau ah ma,pokonya gissel ga mau makan kalo ga disuapin sama ka rere,titik!!!”
Mendengar suara adik nya itu,vanopun segera masuk.
“i..itu ka rere bukan?”ucap gissel
“iya dek,ini kakak,maaf ya tadi kakak ninggalin kamu ga bilang-bilang,abis tadi kamunya masih tidur” kata vano
“memangnya kamu habis dari mana?”ucap mama lembut
“tadi vano abis beliin sarapan buat gissel”kata vano
“yeayy!!apa tuh ka?” kata gissel
“roti bakar coklat,kakak suapin ya?” ucap vano,gissel pun mengangguk dengan tersenyum senang.
Gissel pun memakan roti bakar favoritnya itu dengan lahap.
“dek,abis makan,ikut kakak yuk!” ajak vano
“kemana ka?” jawab gissel
“ke sungai sama via juga” ucap vano
“wahhh..icel mauuu bgtttt kaaaa!!!” kata gissel
“yaudah buka mulutnya lagi dong,pesawatnya mau masuk nih haha” kata vano
“pesawat ka?ga muatt kali” kata gissel
“ini pesawat roti tau! “ kata vano
“haha..yaudah aaa..”kata gissel dengan membuka mulutnya.vano pun kembali mensuapi gissel.
Setelah roti bakarnya habis,vano meminta izin kepada mamanya untuk membawa gissel ke sungai.
“vano,bukannya mama ga ngizinin kamu,tapi kamu mau bawa gissel naik apa?”kata mama
“mama bawa mobil kan,boleh ga vano pinjem?vano bisa ko ma nyetir mobil” kata vano
“serius kamu?”
“yaiyalah ma serius,masa bercanda” kata vano
“ayolah ma..please..gissel kangen sungai,gissel mau kesungai” kata gissel
“yasudah,tapi hati-hati ya,ini kunci mobilnya,jaga adikmu ya vano” kata mama
“pasti ma!” kata vano
Lalu vano membopong gissel untuk duduk dikursi roda.vano & gissel pun berjalan keluar menuju kamar inap via.
“ka,kita kekamar nya via dulu ya?” kata gissel
“iya dek,kenapa?” kata vano
“gapapa ko ka,icel Cuma nanya aja”
Sampai diambang pintu,lalu vano mengetuk pintu  kamar inap via,om gunawan pun membukakan pintu.vano dan gissel pun masuk.
“ka vano..kakak bawa gissel kesini mau ngapain?” kata via
“ehm ka vano,mau ngajak kalian berdua kesungai,mau kan?” kata vano
“ke sungai???wahhh mau bgttt ka,tapi kita kesana naik apa?” kata via
“naik mobil,kan kakak bisa nyetir,tante om,boleh ya..please..”ucap vano
“ baiklah,kita izinin,dengan syarat kamu harus jaga via ya vano,kalo ada apa” langsung hubungi kami ok!” kata om gunawan
“sip deh om!!ehm via harus pake kursi roda juga ga om?” Tanya vano
“engga ka,aku kuat jalan ko ka” kata via
“beneran nih?” kata vano
“iya lah,masa aku bohong,ma infusnya aku buka ya?”kata via
“tunggu,mama panggilin suster dulu”kata tante winda
“ih ga usah ma,kelamaan” kata via “Sreakkkkkkk” via melepas infusannya,akhirnya tangannya sedikit berdarah,tapi itu tidak masalah bagi via.via pun memakai sweater nya lalu beranjak dari tempat tidurnya,dan mendekati vano
“om tante,via nya aku bawa dulu ya” ucap vano
“iya,tapi jangan lama” ya,jaga via baik” ya vano” kata tante winda
“sip!” jawab vano singkat
Setelah pamit,vano pun membawa gissel dan via keluar,vano memang sangat adil membagi kasih sayangnya kepada kedua adiknya,baginya kebahagiaan gissel dan via adalah segalanya bagi vano.vano berjanji kepada dirinya sendiri,selagi dia masih bernafas,dia akan terus membuat gissel dan via tersenyum.

To Be Continue..

maaf ya kalo ada salah kata.this real my cerbung.

@fitnurizki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar